Caleg Golkar yang ngajak berantem ngaku cucu Sri Sultan HB IX
Merdeka.com - Salah seorang calon legislatif (caleg) dari Partai Golkar Dapil V Mlati Gamping, Sleman ini mencak-mencak dan mengajak berkelahi warga. Dia tak terima karena diperingatkan untuk tak memasang alat peraga kampanye di minggu tenang.
Hal ini diceritakan langsung oleh Ary Lesmana, salah seorang warga yang pada saat kejadian disemprot oleh caleg itu. Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu, 6 April 2014, sekitar jam 08.30 di desa Mejing Lor, Sidoarum, Sleman.
Lucunya, ketika diperingatkan baik-baik caleg dari partai berlambang beringin itu malah menantang dan mengaku cucu dari Sri Sultan HB IX yang ikut dipajangnya di baliho kampanyenya itu.
"Dia mengingatkan bahwa dia adalah cucu dari seorang tokoh yang disertakan di dalam gambar," kata Ary kepada merdeka.com, Senin (7/4).
Topik pilihan: KPU | Bawaslu | Partai Politik
Berawal dari Ary yang kebetulan sedang melintas di wilayah tersebut dan spontan mengingatkan tim caleg itu agar tidak menempelkan atribut kampanye pada saat minggu tenang. Sayangnya caleg itu tak merasa bersalah dan malah berlagak menantang.
"Diperingatkan baik-baik, tim caleg dengan sopan menjawab, "Ini kan kami cuman menempelkan kalender". Ketika didesak penulis bahwa yang ditempelkan bukan kalender, tetapi alat peraga kampanye, timses malah menantang, "Monggo silakan laporkan ke KPU dan Bawaslu"," ujar Ary sambil menirukan mereka.
Melihat keributan kecil, seseorang yang mengaku caleg yang gambarnya tercantum pada stiker yang ditempelkan, turun dari mobil dan terlihat sewot. Ketika Ary mengingatkan lagi bahwa pada hari itu, 6 April adalah masa Minggu tenang, caleg ini mulai sewot dan menukas, "Ini masalah Politik!! Anda mau apa? Silakan laporkan ke KPU! Anda menantang saya?".
(mdk/gib)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya