Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Cak Imin: Susah Mencari Kampus Kritis terhadap Kebijakan Pemerintah dalam 10 Tahun

Cak Imin: Susah Mencari Kampus Kritis terhadap Kebijakan Pemerintah dalam 10 Tahun Cak Imin. ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar menyoroti minimnya sikap kritis kampus terhadap berbagai kebijakan yang dikeluarkan pemerintah. Dia menilai perlu langkah evaluasi mengapa peran kampus dalam satu dekade terakhir mengalami perbedaan cukup signifikan dibanding era sebelumnya.

“Saya tidak tahu apakah perlu evaluasi dalam 10-15 tahun terakhir ini susah mencari kampus kritis. Hampir kampus negeri itu jarang yang kritis terhadap kebijakan, atau sikap kritis tidak muncul terhadap kebijakan,” ujarnya, Rabu (8/12).

Menurutnya, minimnya sikap kritis tersebut bisa berdampak pada keputusan dari sebuah kebijakan yang dikeluarkan pemerintah menjadi kontroversial. Serta memunculkan dugaan minim manfaat dan maslahat bagi masyarakat luas.

“Nah parlemen kampus atau civitas akademika bisa menjadi bagian dari harapan untuk menjaga dan memastikan sebuah kebijakan betul-betul membawa manfaat bagi masyarakat, tentu dengan sikap kritis itu,” ungkap Wakil Ketua MPR ini.

Dia mengatakan, parlemen kampus dan sivitas akademika memiliki peran penting dalam mendorong, mengembangkan, sekaligus mengawal setiap keputusan dari sebuah kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah maupun parlemen.

“Parlemen Kampus ini sangat penting dan layak terus diperluas di berbagai kota. Saya juga alumni Parlemen Kampus, tapi parlemen jalanan. Sekarang jadi (anggota) parlemen beneran,” ujarnya.

Dia berkata, parlemen jampus bisa menjadi sarana meningkatkan konektivitas antara kampus dengan DPR dalam membaca, memutuskan dan mengembangkan cara pembangunan yang sesuai dengan tantangan dan keadaan masyarakat.

Cak Imin berharap, setiap civitas akademika proaktif untuk mengawal sekaligus menjadi penyangga setiap keputusan yang akan disahkan. Baik oleh keputusan parlemen maupun pemerintah.

"Parlemen kampus ini kita harapkan bisa menyangga keputusan kebijakan yang kadang-kadang memiliki keterbatasan, sekaligus menyangga kepentingan dari kebijakan dari berbagai isu, termasuk lingkungan yang sedang dibahas hari ini,” tutur Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) ini.

(mdk/ray)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP