Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Cak Imin sebut hoaks Ratna pukulan telak bagi kubu Prabowo

Cak Imin sebut hoaks Ratna pukulan telak bagi kubu Prabowo AIRLANGGA TEMUI CAK IMIN. ©Liputan6.com/Herman Zakharia

Merdeka.com - Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) meyakini kasus hoaks Ratna Sarumpaet bakal membuat orang-orang mendukung pasangan calon nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf Amin. Peristiwa terkuaknya kebohongan penganiayaan Ratna menjadi pukulan telak bagi kubu Prabowo-Sandiaga.

"Pasti yang selama ini kemana-mana akan balik kandang apalagi dari peristiwa RS itu pukulan telak yang akan membawa fakta bahwa pilihan bergeser ke Pak Jokowi," katanya di Kompleks Parlemen, Jakarta Selatan, Senin (8/10).

Salah satu rujukannya adalah hasil survei yang terus menunjukkan elektabilitas Jokowi makin kuat. Karena itu Cak Imin meyakini Jokowi bakal didukung pendukung Prabowo yang kecewa atas peristiwa hoaks Ratna.

"Kita lihat survei tapi kita yakini sepenuhnya peristiwa RS ini betul-betul akan memindahkan pemilih Prabowo ke Jokowi," jelasnya.

Dia juga mengomentari hasil survei terakhir oleh SMRC di mana Jokowi meraup elektabilitas hingga 60,4 persen. Hasil itu bukti konsolidasi Nahdliyin, dan Cak Imin yakin bulan Desember akan makin meningkat.

"Posisi pak Jokowi meningkat tajam posisi konsolidasi kalangan Nahdliyin semakin rapi di Jatim Jateng Jabar Banten," tutupnya.

Sebelumnya diberitakan, hasil survei nasional Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) tentang elektabilitas calon presiden yang dilakukan September 2018, menyebutkan 60,4 persen warga akan memilih Jokowi apabila pemilu dilaksanakan sekarang. Adapun survei dilakukan pada 7-14 September 2018 terhadap 1.220 responden dengan response rate 1.074 responden.

Survei dilakukan dengan metode multistage random sampling dan margin of error kurang lebih 3,05 persen. Sedangkan responden terpilih diwawancarai melalui tatap muka.

"Dengan mewawancarai 1.220 responden secara random di seluruh Indonesia, survei menunjukkan 60,4 persen akan memilih Jokowi sebagai presiden, sementara yang memilih Prabowo hanya 29,8 persen," kata Direktur Eksekutif SMRC Djayadi Hanan di Kantor SMRC, Menteng, Minggu (7/10).

Djayadi mengatakan, berdasar hasil survei tersebut peluang Jokowi untuk terpilih kembali pada Pilpres 2019 semakin menguat. Dibandingkan survei Mei 2018, suara dukungan Jokowi naik 3 persen yakni dari 57 persen menjadi 60 persen, sedangkan Prabowo turun dari 33,2 persen menjadi 29,4 persen.

"Dari pengalaman tiga kali pilpres, calon yang suara dukungannya naik dan unggul terus sulit dikalahkan," ucapnya.

Meski demikian, lanjut Djayadi, hasil tersebut tak berarti kubu Jokowi bisa duduk tenang. Sebab, ada sejumlah faktor ekonomi yang dapat mengubah tren terutama isu ekonomi, hukum dan keamanan.

"Secara umum rakyat menilai kondisi ekonomi makro saat ini 73 persennya warga menyatakan puas," tandasnya.

(mdk/fik)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP