Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Busyro Muqqodas diminta pilih, jadi pimpinan KPK atau Muhammadiyah

Busyro Muqqodas diminta pilih, jadi pimpinan KPK atau Muhammadiyah Busyro Muqoddas. Merdeka.com/Dwi Narwoko

Merdeka.com - Anggota Komisi III DPR Nasir Djamil mengatakan bahwa pemanggilan Busyro Muqqodas hari ini bukan untuk jalani uji kepatutan dan kelayakan sebagai calon pimpinan KPK. Melainkan, Komisi III DPR ingin memberikan pilihan kepada Busyro apakah ingin jadi pimpinan KPK atau Muhammadiyah.

"Itu sebabnya kami mengundang beliau juga bukan untuk mengikuti fit and proper tes tapi ingin menanyakan dia bersedia diikutsertakan dalam pemilihan capim KPK atau beliau tetap bertahan," kata Nasir di Kompleks Parlemen DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (16/12).

Menurut Politikus PKS ini, tak masalah jika Busyro menolak menjadi pimpinan KPK. Namun tetap harus hadir di DPR siang ini.

"Misalnya kita undang dan minta maaf ya dia mengatakan mau konsen di Muhammadiyah atau sebaliknya," tuturnya.

Bagi Nasir, jika hari ini Busyro tak hadir, maka dianggap gugur. Sedangkan terkait uji kelayakannya, Komisi III DPR akan bercermin pada fit and proper test yang sudah dilakukan Busyro.

"Tapi kalau beliau tidak bisa hadir kan kita tidak bisa paksa. Itu mungkin beliau lebih enjoy di Muhammadiyah," pungkasnya.

Seperti diketahui, saat ini komisi III DPR tengah menguji Agus Rahardjo. Sebelumnya sudah ada yang mendahuluinya ialah Sujanarko, Alexander Marwata, Johan Budi Sapto Prabowo, Saut Situmorang, Surya Tjandra, Robby Arya Brata dan Basaria Panjaitan.

(mdk/rnd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP