Bulan Depan, PDIP Umumkan Jagoan di Pilkada Medan dan Solo
Merdeka.com - PDIP belum menentukan siapa yang bakal diusung di Pilkada Solo dan Medan. Di dua kota itu, anak dan menantu Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menyatakan niatnya untuk ikut bertarung.
Gibran Rakabuming Raka ingin mencalonkan diri sebagai Wali Kota Solo. Sementara Bobby Nasution ini maju di Pilkada Kota Medan. Keduanya telah menjadi kader PDIP.
Ketua DPP PDI Perjuangan Djarot Saiful Hidayat mengungkapkan, pihaknya saat ini masih membahas dan mempertimbangkannya. Karena fokus PDIP tidak hanya untuk Solo dan Medan. Sebab ada 270 daerah yang bakal ikut Pilkada Serentak pada 9 Desember nanti.
"Ini kan kita bukan hanya memutuskan untuk Medan dan Solo saja, tetapi ini kan kota seluruhnya ya," ungkap Djarot saat dihubungi merdeka.com, Selasa (16/6).
Saat ini Internal PDIP sedang melakukan evaluasi dan perhitungan untuk nantinya menjadi keputusan arah dukungan partai. Termasuk dukungan terhadap Gibran yang maju di Pilwalkot Solo dan Bobby di Pilwalkot Medan.
"Tentunya semuanya lagi masuk, kita lagi evaluasi check and re-chek pengerucutan jadi tunggu saja nanti, misalnya pada bulan Juli. Entah itu diumumkan seluruhnya atau secara bertahap, tapi target kita bulan Juli mudah-mudahan bisa terpenuhi pada Juli nanti," tuturnya.
Djarot menjelaskan, alasan PDIP memilih pengumuman di bulan Juli, karena perlu persiapan yang matang untuk fokus di seluruh kompetisi Pilkada 2020, tidak hanya Solo dan Medan dan akibat pandemi Covid-19.
Lebih jauh, Djarot menuturkan, pada saat pengumuman di Bulan Juli nanti, turut ditentukan pendamping pasangan kandidat yang akan diusung PDIP.
"Kita nanti kalau mengumumkan dengan pasangan toh, tidak sendiri-sendiri karena yang nanti diajukan kan pasangan. Jadi semuanya kita pertimbangkan," jelas Djarot.
Selain itu, terkait pernyataan dukungan dari partai politik lain terhadap kandidat dari anak dan menantu Presiden Joko Widodo. Djarot juga menanggapi hal itu sah-sah saja jika partai lain mendukung calon kader PDIP.
"Gini masing-masing partai punya cara dan metode sendiri-sendiri misalnya dukungan untuk mas Bobby dari partai lain itu sah-sah saja. Tetapi PdIP punya cara dan proses sendiri. Karena kita ada struktur di bawah yang harus didengarkan," kata Djarot.
"Jadi sah-sah saja lah tetapi PDI Perjuangan punya metode sendiri terkait perekrutan dan penetapan proses penentuan kepala daerah. Kita ada surat, SK ya, itu surat keputusannya. Jadi untuk mendukung silakan," sambungnya.
(mdk/rnd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya