Budi Gunawan gagal lagi jadi Kapolri
Merdeka.com - Teka teki siapa calon Kapolri pengganti Jenderal Badrodin Haiti akhirnya terjawab. Presiden Joko Widodo (Jokowi) memilih Kepala BNPT Komjen Pol Tito Karnavian untuk diuji kepatutan dan kelayakan di DPR sebagai calon Kapolri.
Keputusan Jokowi terbilang kontroversial. Sebab, Tito merupakan Akpol lulusan 1987, melampaui para seniornya di perwira tinggi Polri. Tito bakal menjadi Kapolri selama enam tahun, karena baru memasuki masa pensiun pada tahun 2022.
Hal ini terbilang tidak biasa dari kebanyakan calon Kapolri pendahulunya. Lumrahnya, calon Kapolri dipilih yang paling senior, mendekati masa pensiun satu atau dua tahun lagi.
Padahal satu bulan belakangan, justru nama Wakapolri Komjen Budi Gunawan yang santer terdengar bakal menggantikan Badrodin. Budi Gunawan menjadi jenderal polisi bintang tiga yang paling senior di Polri. Masa pensiun Budi Gunawan juga kurang dari dua tahun lagi.
Di lain hal, partai politik di DPR juga seolah satu suara mendukung jika Budi Gunawan kembali dicalonkan menjadi Kapolri. PDIP salah satu partai yang paling ngotot, wajar karena Budi Gunawan memang dikenal dekat dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.
Sayang, pemegang hak prerogatif penunjukan Kapolri, Presiden Jokowi lebih memilih Tito Karnavian menjadi orang nomor satu di Polri. Surat Jokowi sudah diterima oleh Ketua DPR Ade Komarudin.
(mdk/rnd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya