Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Bos Freeport mangkir, rapat Komisi VII DPR ditunda

Bos Freeport mangkir, rapat Komisi VII DPR ditunda Dirut PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsuddin. ©2015 merdeka.com/idris rusadi

Merdeka.com - Rapat dengar pendapat di Komisi VII DPR yang rencananya menghadirkan PT Freeport Maroef Sjamsoeddin terpaksa ditunda. Sebab, Maroef tidak bisa hadir dalam rapat tersebut.

Nama Maroef menjadi perbincangan setelah adanya laporan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) ihwal pertemuan antara Ketua DPR Setya Novanto dengan bos Freeport tersebut. Dalam pertemuan itu, diduga Setya Novanto meminta saham Freeport dengan alasan akan diberikan ke Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla.

Ketua Komisi VII DPR Kardaya Warnika geram dengan ketidakhadiran Maroef. Apalagi rapat kali ini disebutnya sangat penting.

"Sedemikian jauhnya (Papua). Seolah-olah tidak mementingkan yang penting. Kalau perginya ke Jepang kan 6 jam bisa cepat. Kami mengerti ke Papua juga penting, tapi DPR tidak kalah penting,"kata Kardaya di Kompleks Parlemen DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (23/11).

Kardaya memutuskan, rapat kembali digelar bulan depan. "‎Berhubungan Presdir PT freeport tidak hadir karena sedang di luar negeri. Rapat kita tunda hingga 1 Desember," tegasnya.

Anggota Komisi VII DPR Kurtubi menuturkan, kedatangan Maroef menjadi penting bukan hanya soal smelter namun juga tentang kasus dugaan pencatutan nama presiden dalam pertemuan antara Setnov dan Maroef. Maka dari itu dia setuju bila rapat panja Minerba dengan agenda proses renegosiasi dan pelaksanaan pembangunan smelter itu ditunda.

"Ini bisa kita teruskan soal smelter. Tapi yang hangat sekarang soal Ketua DPR, harus tunggu Presdir," ucapnya. (mdk/noe)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP