Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Bertemu Mendagri, Ketua DPR bahas evaluasi pilkada langsung

Bertemu Mendagri, Ketua DPR bahas evaluasi pilkada langsung Mendagri Tjahjo Kumolo buka Rakortek Pembangunan di Makassar. ©2017 Merdeka.com/Salviah Ika Padmasari

Merdeka.com - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo menemui Ketua DPR Bambang Soesatyo atau Bamsoet di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat. Bamsoet menyebut pertemuan tersebut membahas mengenai beberapa hal salah satunya mengenai pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) langsung.

Dia menyebut bersama pihak pemerintah yakni Kemendagri sepakat untuk mengevaluasi ulang sistem Pilkada yang ada. Sehingga dapat diketahui seberapa besar manfaat dengan adanya penyelenggaraan Pilkada secara langsung tersebut.

Sebab, kata dia, beberapa tokoh nasional seperti Mahfud MD ataupun Kapolri Jenderal Tito Karnavian juga meminta untuk diadakan evaluasi kembali dalam sistem penyelenggaraan Pilkada.

"Kita minta seluruh kekuatan politik yang ada melihat kembali, mempelajari kembali kalau memang Pilkada langsung memberikan manfaat banyak kepada masyarakat akan kita teruskan," kata Bamsoet, Jumat (6/4).

Apalagi saat ini, Politisi Golkar ini menyebut banyaknya kepala daerah yang bermasalah dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena terjaring operasi tangkap tangan atau OTT. Tak hanya itu, dia mengatakan korupsi dapat terjadi akibat biaya yang tinggi saat pilkada.

"Untuk mendapatkan tiket saja harus mengeluarkan biaya yang luar biasa, belum kampanyenya, belum biaya saksinya dan belum biaya penyelenggaraan Pilkada hampir Rp 18 triliun," papar dia.

Bahkan dia menyebut, tidak menutup kemungkinan bila ada kemungkinan mengembalikan Pilkada langsung itu melalui DPRD kembali.

"Iya tidak menutup kemungkinan, dan tidak menutup kemungkinan Pilkada akan tetap seperti ini," jelas Bamsoet.

Sedangkan, Tjahjo mengatakan untuk evaluasi Pilkada pemerintah tetap semangat hak pilih tetap dilakukan oleh rakyat. Kendati begitu, dia mengakui banyaknya pengeluaran saat pelaksanaan Pilkada tersebut yang tidak sesuai harapan.

"Seseorang mau maju Pilkada, kalau boleh jujur pilihan milyar. Padahal enggak sesuai dengan yang didapat," jelas Tjahjo.

Reporter: Ika Defianti

Sumber: Liputan6.com

(mdk/bal)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP