Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Bertemu Ical, Dedi Mulyadi mengaku bahas elektabilitas Golkar yang menurun

Bertemu Ical, Dedi Mulyadi mengaku bahas elektabilitas Golkar yang menurun dedi mulyadi di kantor dpp Golkar. ©2017 Merdeka.com/ronald

Merdeka.com - Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi menyambangi Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Aburizal Bakrie (Ical) di Bakrie Tower, Jakarta Selatan, Lantai 46, Jumat (29/9). Dalam Pertemuan yang berlangsung sekitar 1,5 jam itu, Dedi mengaku membahas soal elektabilitas Partai Golkar di tingkat nasional yang turun.

"Ada dua kondisi, Pertama secara nasional mengalami penurunan, yang kedua di Jabar mengalami kenaikan. Sehingga harapan kami kepada Ketua Dewan Pembina adalah yang mengalami kenaikan agar tetap dipertahankan, yang mengalami penurunan dicari cara bagaimana Golkar kembali mengalami elektabilitas yang baik," kata Dedi di Bakrie Tower, Jakarta Selatan, Jumat (29/9).

Dedi menegaskan bahwa tidak ada pembahasan mengenai mahar politik yang menimpanya beberapa waktu lalu itu dalam pertemuan itu. Namun dia tidak menampik bahwa masalah mahar politik itu sudah disampaikan sebelum adanya pertemuan ini.

"Barusan kami tidak ditanya itu (soal mahar politik). Tapi kami sudah menyampaikanlah ke Dewan Pakar. Itu yang dapat sampaikan," ujarnya.

"Sebelum surat bodong (surat dukungan ke Ridwan Kamil) kita sudah menyampaikan ke DPP (ada mahar politik). Pak Sekretaris saya sudah menyampaikan ke Pak Sekjen. Barangkali dianggap gurauan. Atau tidak dipercaya ucapan itu," tuturnya.

Bupati Purwakarta ini juga mengungkapkan bahwa orang yang meminta mahar politik padanya itu mengaku memiliki hubungan yang dekat dengan DPP Partai Golkar. Dedi juga pernah bertemu sebanyak beberapa kali.

"Mengaku dekat dengan DPP. Telepon dan pernah ketemu beberapa kali," ucapnya.

Untuk diketahui, Ketua DPD Partai Golkar Jabar Dedi Mulyadi mengaku, pernah diminta duit mahar Rp 10 miliar agar rekomendasi pencalonan sebagai bakal calon Gubernur Jabar 2018 dikeluarkan DPP Partai Golkar. Dedi tidak menyebutkan pihak yang dimaksud tersebut.

"Dengan tegas dia katakan kalau anda tidak kasih Rp 10 miliar jangan menyesal anda tidak dapatkan apa-apa. Saya katakan tidak apa-apa, besok saya tidak jadi apa-apa juga enggak apa-apa," kata Dedi saat berorasi di hadapan ratusan kader Partai Golkar Jabar, di Kantor DPD Partai Golkar Jabar, Jalan Maskumambang, Kota Bandung, Selasa (26/9).

Bupati Purwakarta itu menolak transaksional tersebut. Menurutnya seluruh mekanisme Partai Golkar sudah ditempuh. Dengan apa yang sudah diberikan pada Golkar, Dedi pun tinggal menunggu instruksi saja, karena sebelumnya namanya disebut sebagai calon kuat.

"Ada 70 partai yang diusung KPU RI, 33 telah aktif mengikuti pertemuan-pertemuan dalam rangka memasukkan data parpol, surat-surat penting dan lain lain," tutup Agus.

(mdk/rzk)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP