Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Berikut ini empat hal yang terjadi pasca twit Prabowo jenderal kardus

Berikut ini empat hal yang terjadi pasca twit Prabowo jenderal kardus Prabowo Subianto. ©2018 liputan6.com

Merdeka.com - Prabowo Subianto mendapat kritikan yang cukup menghebohkan warga net usai dirinya mendeklarasikan Sandiaga Uno sebagai wakil presidennya. Kritikan tersebut datang dari wakil sekretaris jenderal partai Demokrat Andi Arief yang menulis di akun twitter miliknya bahwa Prabowo Jenderal Kardus.

Ketika dikonfirmasi pun, Andi Arief membenarkan bahwa memang dirinya lah yang menulis Prabowo Jenderal Kardus tersebut. Kritikan keras terhadap mantan Danjen Kopasus itu sontak menjadi buah bibir dan lawakan para warga net.

prabowo subianto

Prabowo Subianto ©2018 liputan6.com

Kicauan Andi Arief yang bikin heboh tengah malam itu berbunyi: "Prabowo ternyata kardus, malam ini kami menolak kedatangan ke kuningan. bahkan keinginan dia menjelaskan lewat surat sudah tidak perlu lagi. Prabowo lebih menghargai uang ketimbang perjuangan, jenderal kardus."

Berita lengkap mengenai Prabowo Subianto bisa dibaca di Liputan6.com

Dari kicauan Andi Arief itu, terbongkar sejumlah kejutan dari Prabowo Subianto, apa saja?

1. Gerindra dan Demokrat Bubar

prabowo subianto

Prabowo Subianto ©2018 liputan6.com

Dua hari jelang batas waktu pendaftaran capres-cawapres di KPU, Demokrat disinyalir bercerai dengan koalisi Prabowo Subianto yang digawangi Partai Gerindra.

Andi Arief secara tegas menyatakan sikap Demokrat menolak cara-cara yang dilakukan Prabowo dan Gerindra. "Partai Demokrat tidak alami kecocokan karena Prabowo dalam menentukan cawapresnya."

Saat dihubungi, Andi Arief mengaku kecewa dengan sikap politik Prabowo.

"Baru tadi malam Prabowo datang dengan semangat perjuangan. Hanya hitungan jam dia berubah sikap karena uang. Besar kemungkinan kami akan tinggalkan koalisi kardus ini. Lebih baik kami konsentrasi pada pencalegan ketimbang masuk lumpur politik PAN, PKS dan Gerindra," jelasnya.

Dimintai tanggapannya, Ketua DPP Partai Gerindra Ahmad Riza Patria mengatakan, hingga malam ini hubungan Gerindra dengan tiga partai yang digadang berkoalisi itu masih cukup baik.

"Hubungan kami (Gerindra) dengan PAN sangat baik, dengan PKS sangat baik, dengan Demokrat juga baik," kata Riza.

2. Ada mahar politik

prabowo subianto

Prabowo Subianto ©2018 liputan6.com

Andi Arief menyebut ada mahar dalam permainan politik Gerindra dan Prabowo. Inilah yang membuat Partai Demokrat tak cocok dengan Gerindra.

"Partai Demokrat tidak alami kecocokan karena Prabowo dalam menentukan cawapresnya dengan menunjuk orang yang mampu membayar PKS dan PAN. Ini bukan DNA kami," ucapnya.

Namun, Ketua DPP Partai Gerindra Ahmad Riza Patria menampik pernyataan Andi Arief tersebut.

"Tidak betul ada mahar. Sampai sekarang PAN belum memutuskan, masih Rakernas. PKS masih memperjuangan hasil Ijtima Ulama," kata Riza saat dihubungi wartawan, Rabu (8/8/2018).

Menurut Riza, setiap partai yang berkoalisi memiliki kesempatan sama. "Jadi, kabar ada uang Rp 500 miliar itu tidak betul dan tidak mendasar," tegas Riza.

3. Sandiaga Uno tiba-tiba muncul

prabowo subianto

Prabowo Subianto ©2018 liputan6.com

Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Sandiaga Uno mendatangi kediaman Prabowo Subianto di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Rabu (8/8/2018) malam. Sandiaga yang juga Wakil Gubernur DKI Jakarta tersebut tiba sekitar pukul 20.45 WIB.

Pantauan Merdeka.com, Sandiaga Uno datang menggunakan mobil Toyota Land Cruiser Hitam bernomor polisi B 1609 RFO. Sambil melambaikan tangan, dirinya langsung bergegas masuk tanpa memberikan keterangan kepada awak media.

Sandiaga disebut-sebut juga masuk dalam nominasi cawapres Prabowo.

"Yang menjadi berkembang aspirasi nama Sandiaga, AHY, beberapa nama akan dibahas," kata Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon.

Menurut dia, Sandiaga sebagai politikus akan siap jika benar-benar ditugaskan sebagai cawapres Prabowo.

"Kalau bersedia, kalau tiap orang kecuali UAS (Ustadz Abdul Somad) luar biasa untuk teguh tetap jalur pendidikan dan dakwah. Tapi kalau politikus semuanya terima tugas karena panggilan," tuturnya.

4. PAN dan PKS disebut terima mahar politik

prabowo subianto

Prabowo Subianto ©2018 liputan6.com

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief menuding Gubernur DKI Jakarta sekaligus Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Sandiaga Uno memberikan uang Rp 500 miliar kepada PAN dan PKS. Uang itu, kata dia, diberikan untuk meloloskan Sandi menjadi cawapres Prabowo Subianto di Pilpres 2019.

Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno langsung membantah hal itu. Menurut dia, PAN tidak pernah menerima uang tersebut.

"Ha-ha-ha.. tadi mana ya Rp 500 miliar, saya belum pernah dengar komitmen itu, ada pembicaraan itu," kata Eddy di Kompleks Widya Chandra IV Nomor 19, Jakarta Selatan, Rabu (8/8/2018).

Eddy menegaskan, PAN tidak pernah ditawari uang semacam itu. Bahkan, kata dia, tidak pernah dibahas.

Terlepas dari kontroversi yang menyatakan adanya uang yang dibayarkan Sandiaga Uno untuk bisa maju menjadi cawapres dari Prabowo Subianto, pasti ada pertimbangan yang belum kita ketahui tentang keputusan tersebut.

Sumber: Liputan6.com (mdk/mg2)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP