Berapa tarif penyanyi dangdut seksi goyang acara kampanye?
Merdeka.com - Musim kampanye terbuka Pemilu 2014 juga jadi sumber rezeki buat para penyanyi dangdut. Mereka ketiban proyek menghibur kader dan simpatisan partai politik dengan menyanyi dan bergoyang di atas panggung. Politik Indonesia memang tak bisa lepas dari dangdut dan goyang seksi.
Nindy Allviriginia Saputri (25), salah satunya. Penyanyi dangdut seksi ini biasanya mendapat undangan untuk mengisi acara pesta pernikahan hingga acara kecil seperti khitanan dari berbagai grup orkes dangdut yang tersebar di Jawa Tengah.
Nindy mengaku untuk acara nikahan biasa dibayar Rp 200.000. Sementara untuk kampanye dia dibayar Rp 250.000. Walau selisihnya tak besar, dia mengaku senang. "Penontonnya lebih ramai, lebih heboh," kata Nindy.
Untuk mendapatkan bayaran Rp 250.000, Nindy dan penyanyi lain wajib tampil membawakan minimal lima lagu andalan mereka. Uang itu dibayarkan lewat pimpinan orkes.
Selain itu tampil di acara kampanye juga bisa meluaskan pergaulannya. Minimal bertemu dengan tokoh artis-artis nasional yang selama ini hanya dilihatnya lewat TV.

Namun, di musim kampanye terbuka, Nindy pun ikut ditarik untuk meramaikan kampanye. Dia mengaku senang, walau secara honor tak jauh bertambah.
"Kalau di hari biasa, kita menerima honor sebesar Rp 200 ribu saja. Namun, kalau kita diundang untuk mengisi acara panggung kampanye terbuka honor kita bertambah jadi Rp 250 ribu. Meski hanya selisih 50 ribu kita jalani dengan senang dan gembira. Enjoy aja," ungkap Nindy saat ditemui merdeka.com Selasa (18/3)
Saat itu Nindy baru saja menyanyi di pentas acara panggung kampanye Partai NasDem di Lapangan Pancasila, Kawasan Simpang Lima, Kota Semarang.
Uang sebesar Rp 250 ribu ini mereka terima dari manajer grup orkes dangdut. Masing-masing penyanyi harus membawakan lima buah lagu.
"Massanya lebih banyak dan lebih ramai kalau pas kampanye terbuka dibanding pentas saat-saat hari biasa, walaupun massanya adalah simpatisan dari partai-partai tertentu," ungkapnya.
Selain menerima honor sedikit lebih besar, biduan yang tinggal di Dusun Randusari, Desa Nongko Sawit, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang ini gembira karena bertemu dengan beberapa artis-artis ibu kota.
"Seneng aja bisa ketemu dengan penyanyi-penyanyi dari Jakarta. Bisa bertukar pengalaman sesama profesi juga bisa foto bareng dan curhat selama menyanyi," ucap biduan yang masih berstatus jomblo ini.
Sementara itu, Irma Mojanglala (24), biduan dangdut di Tangerang, Jawa Barat mengaku dibayar Rp 350.000 sekali manggung.
"Sebulan ini saja sudah lima kali manggung untuk kampanye. Untuk tarif acara kampanye Rp 350 ribu, kalau acara biasa cuma Rp 300 ribu," kata dia saat mengisi acara kampanye Partai Gerindra di Lapangan H Haidir, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, Rabu (19/3).
(mdk/ian)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya