Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Beragam reaksi guru saat disurati Prabowo minta dukungan

Beragam reaksi guru saat disurati Prabowo minta dukungan Surat Prabowo untuk guru. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Beberapa waktu lalu ramai soal surat permintaan dukungan dari capres nomor urut satu Prabowo Subianto yang dikirim ke sekolah-sekolah di pelosok tanah air. Sasarannya adalah para guru di sekolah tersebut.

Namun surat Prabowo kepada guru itu ditanggapi beragam oleh para guru. Ada yang menolak tegas dengan melaporkan ke Bawaslu atau Panwaslu, ada yang membakar surat, sampai mengabaikan.

Berikut ini ragam reaksi para guru di Indonesia ketika menerima kiriman surat dari capres Prabowo Subianto:

Pengiriman surat dinilai tidak benar

dinilai tidak benar rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Setelah muncul berita guru disurati capres nomor urut satu Prabowo Subianto, Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) langsung melaporkan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Mereka menilai surat permintaan dukungan dari Prabowo salah.Sekretaris Jendral FSGI Retno Listyarti menyatakan, pengiriman surat kepada instansi pendidikan merupakan hal yang salah."Ini kami laporkan ke Bawaslu. Karena ini dikirimkan ke instansi sekolah, bukan ke rumah-rumah. Ketika ini dikirim ke lembaga pendidikan, berarti enggak bener," kata Retno di Kantor Bawaslu, Jakarta, Kamis (26/6).Kepala sekolah SMAN 100 Jakarta ini mengaku, di tempatnya mengajar terdapat 35 surat pribadi Prabowo. Meski dirinya tidak mendapat surat tersebut, namun Retno menegaskan kembali bahwa surat tersebut salah. "Sekolah kan harusnya steril," ujarnya.

Guru melapor ke Bawaslu dan Panwaslu

ke bawaslu dan panwaslu rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) memilih melaporkan pengiriman surat permintaan dukungan dari Prabowo Subianto kepada guru itu ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Begitu juga dengan guru-guru di daerah-daerah pelosok tanah air. Mereka melaporkannya ke panwaslu setempat.Misalnya di Kabupaten Jember Jawa Timur. Sejumlah guru yang menerima surat pribadi Prabowo di masing-masing sekolah melaporkan surat tersebut ke Panwaslu kabupaten setempat."Saya pagi tadi kaget saat masuk sekolah karena ada surat dari calon presiden Prabowo yang ditujukan kepada guru-guru di sekolah kami. Padahal hari ini sudah memasuki masa tenang Pemilu Presiden," kata Kepala SMA Kristen Adi Wiyata Jember, Ignatius Suwanto, usai melapor ke Kantor Panwaslu setempat.

Di Jember, surat Prabowo dibakar guru

surat prabowo dibakar guru rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Setelah melaporkan kasus itu kepada panwaslu setempat, sejumlah guru di Kabupaten Jember, Jawa Timur, juga membakar surat yang dikirim capres nomor urut satu Prabowo Subianto tersebut. Surat itu dibakar ramai-ramai di kantor Panwaslu Jember.

Ada guru yang memilih netral

yang memilih netral rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Tim Prabowo Subianto juga mengirim ribuan surat pribadi kepada guru dan pegawai di Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, yang isinya meminta doa restu. Salah seorang guru penerima, Priharmono di Gunung Kidul mengaku menerima surat pribadi dari Prabowo Subianto pada Sabtu (21/6) lalu."Suratnya biasa meminta dukungan, mirip yang dikirimkan Aburizal Bakrie beberapa waktu yang lalu," kata Priharmono seperti dilansir dari Antara, Senin (23/6).Meski menerima surat pribadi, Priharmono mengatakan dirinya mengaku netral dalam pemilihan presiden karena sebagai seorang PNS dan tidak terpengaruh. "Sebagai seorang PNS harus netral, dan soal memilih itu nanti," ujarnya.

Ada guru tak terpengaruh surat, sebab punya pilihan

tak terpengaruh surat sebab punya pilihan rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Sikap berbeda ditunjukkan beberapa guru sekolah swasta di Jember, Jawa Timur, usai menerima surat dari capres nomor urut satu Prabowo Subianto. Kepala SMA Kristen Adi Wiyata Jember, Ignatius Suwanto, usai melapor ke Kantor Panwaslu setempat, menyayangkan pengiriman surat tersebut.Menurut dia, setiap warga yang masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT) punya hak untuk menyalurkan hak pilihannya untuk memilih siapapun. Hal tersebut sudah dijamin dalam undang-undang, sehingga tidak perlu ada pengarahan atau paksaan untuk memilih capres tertentu."Kami pasti menyalurkan hak pilih pada pemungutan suara pilpres nanti, tetapi soal pilihan para guru tidak bisa dipengaruhi oleh siapapun," ujarnya.

(mdk/mtf)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP