Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Benarkah protes Rizal Ramli proyek 35.000 MW dikuasai keluarga JK?

Benarkah protes Rizal Ramli proyek 35.000 MW dikuasai keluarga JK? Rizal Ramli-Jusuf Kalla. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Ketegangan antara Menko Kemaritiman Rizal Ramli dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla semakin memanas. Pemicu saling serang ini adalah kritik Rizal terhadap proyek listrik 35.000 Mega Watt.

Rizal meminta agar megaproyek itu tidak diteruskan karena mustahil diwujudkan. Bahkan, mantan aktivis itu menyebut proyek tersebut adalah proyek ambisius JK. Rizal juga menantang atasannya itu untuk debat terbuka di depan publik.

JK tersulut dengan ucapan Rizal. Dia pun meminta agar Rizal lebih dahulu memahami persoalan sebelum bicara. Bahkan, JK mengatakan, jika manuver Rizal yang baru sepekan jadi menteri sudah ditegur oleh Presiden Joko Widodo.

"Ya tentu semuanya menteri itu harus paham dulu baru bicara, jangan bicara tanpa paham persoalan, itu berbahaya," kata JK.

Aktivis Komite Bangkit Indonesia Adhie M Massardi meminta JK sebagai pejabat paling senior tidak berlebihan menyikapi kritik dari anak buahnya. Seharusnya, kata Adhie, JK lebih bijaksana dalam menyikapi saran dan gagasan untuk perbaikan pemerintahan, dari mana pun datangnya.

"Sehingga jadi teladan bagi anggota kabinet lainnya. Tidak malah menanggapinya secara emosional," kata Adhie kepada merdeka.com, Rabu (19/8).

Adhie menambahkan seharusnya kegaduhan politik ini tidak perlu terjadi jika JK menempatkan diri sebagai pejabat paling senior saat ini. Dia bahkan menilai reaksi JK tidak terlepas proyek itu memang berkaitan dengan keluarga.

"Kalau saja Pak JK hadir sebagai negarawan, yang tindak-tanduknya hanya demi kemaslahatan rakyat, negara dan bangsa, dan tidak memiliki konflik kepentingan, apalagi menyangkut bisnis keluarga, tak akan muncul kegaduhan politik di level kabinet seperti sekarang," kata. (mdk/did)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP