Benarkah Jokowi capres titipan para pengusaha?
Merdeka.com - Ada dua peristiwa menarik yang mungkin akan diingat publik sebelum pencapresan Jokowi oleh PDIP . Dual hal itu konon sangat berpengaruh terhadap keluarnya nama Jokowi sebagai capres yang akan diusung oleh PDIP .
Pertama adalah ketika Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri mengajak Gubernur DKI Jakarta berziarah ke makam Bung Karno di Blitar Jawa Timur, Rabu (12/3) lalu. Kedua adalah ketika Megawati mengumpulkan para pengusaha di kantor DPP PDIP Lenteng Agung, Jakarta Selatan.
Wakil Sekjen PDIP , Eriko Sotarduga B.P.S. menyebut dalam pertemuan yang digelar tertutup untuk media itu membahas persiapan partai banteng menghadapi pemilu legislatif. Dalam pertemuan tersebut putri Bung Karno itu juga meminta dukungan kepada para pengusaha.
PDIP, kata Eriko meminta dukungan para pengusaha yang memiliki banyak pekerja. "Pengusaha pekerjaannya besar, kalau beri dukungan kita dukung. Kita jelas minta suara. Dukung berarti beri suara," kata Eriko.
"Kita yang meminta dukungan. Kalau satu pengusaha memiliki karyawan yang banyak, maka suara juga akan banyak. PDIP bisa anggap itu suara yang berharga," jelasnya.
Di sisi lain, Pengamat Politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta Gun Gun Heryanto mengatakan pengusaha mempunyai peran penting dalam pemilihan umum. Selain itu, juga bakal melahirkan simbiosis mutualisme antara parpol yang mengusung calon penguasa dengan pengusaha atau pebisnis. Menurut dia, pengusaha juga melihat siapa yang paling potensial meraih dukungan dalam pemilu.
"Ingat tidak tahun 2004, pengusaha berbondong-bondong mendukung partai SBY? Sekarang berbondong-bondong masuk PDIP , bukan sebagai anggota tapi menunjukkan pengusaha di belakang PDIP atau pencalonan Jokowi ," ujar Gun Gun yang dihubungi wartawan di Jakarta, Jumat (14/3) kemarin malam.
Lalu apakah Jokowi adalah capres titipan para pengusaha? Hal ini karena mandat untuk menetapkan Jokowi sebagai capres keluar setelah Megawati menggelar pertemuan tertutup dengan para pengusaha itu.
"Tidak ada makan siang gratis. No free lunch. Yang ada bagaimana simbiosis mutualisme. Ini harus dipelajari betul oleh Jokowi jika memenangkan kontestasi. Karena investasi yang digelontorkan pengusaha bisa jadi alat sandera bagi Presiden terpilih. Contohnya Hartati Murdaya di rezim SBY. Pengusaha dengan penguasa bisa ciptakan satu trend baru dalam politik yang disebut entrepreneur rule," jelas dia.
Gun Gun menambahkan kedatangan pengusaha ke sebuah parpol sangat berbau politis. Pasalnya, para pengusaha sebaik mungkin menghindari partai politik. Dia sependapat dengan anggapan bahwa pengusaha menjadi bagian penting dalam proses pemenangan seorang calon dalam pemilu. Untuk itu, dia mengingatkan agar jangan sampai lahir subordinasi antara calon penguasa dengan pengusaha.
"Pengusaha juga bagian penting pemenangan. Itu pengusaha yang memiliki akses terhadap pemerintahan dan kekuasaan. Jangan sampai pengusaha dan calon penguasa lahirkan subordinasi di kemudian hari," pungkas dia.
(mdk/hhw)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya