Belum ada yang berani lawan Risma di Surabaya
Merdeka.com - Pilkada Surabaya memang masih jauh. Baru digelar pada Desember 2015. Meski masih lama, belum ada suara calon wali kota yang terang-terangan akan maju dalam pilkada.
Karena dalam hitungan bulan belum ada terang-terangan akan bertarung lawan calon incumbent Tri Rismaharini atau Risma, memunculkan isu baru. Bisakah Risma dipilih secara aklamasi? Soal isu ini terbantahkan karena pemilihan secara aklamasi melanggar undang-undang.
"Jadi, jika hanya ada satu pasangan yang mendaftar, maka pendaftaran diundur hingga 10 hari," kata Gubernur Jawa Timur Soekarwo, Selasa (23/6).
Soekarwo menjelaskan, larangan itu tertuang dalam Peraturan KPU Nomor 9 Tahun 2015, tentang pasangan calon. Jika pada batas waktu pendaftaran masih hanya ada satu pasangan calon, maka pendaftaran akan dibuka kembali hingga, minimal ada dua pasangan calon.
Untuk pendaftaran pasangan calon dari partai politik sendiri, akan dibuka pada 26 Juli hingga 28 Juli. Jika hingga tanggal 28 Juli itu, hanya pasangan Tri Rismaharini-Whisnu Sakti Buana, maka pendaftaran akan diperpanjang. Dan jika KPU Surabaya terpaksa harus menunda tahapan pencalonan karena perpanjangan waktu pendaftaran ini, sesuai Pasal 90 Peraturan KPU Nomor 9 Tahun 2015, KPU hanya perlu memberitahukan pada pimpinan DPRD setempat.
Risma adalah calon kuat dalam Pilkada Surabaya. Secara elektabilitas belum ada yang menyaingi Risma.
"Begitu juga hasil survei internal di Partai Demokrat sendiri, nama Bu Risma masih tertinggi dari semua calon yang bermunculan saat ini," ucap ketua DPD Partai Demokrat Jawa Timur ini.
Demokrat sendiri belum menentukan calon. "Dalam Pilkada ada dua kepentingan, yaitu kepentingan calon untuk menang dan kepentingan membesarkan partai pada Pemilu 2019 mendatang. Jika kedua kepentingan itu tidak ada, ya dicarikan alternatif ketiga. Bentuknya apa? itu juga masih dicari," tandasnya.
Risma dipastikan akan maju dalam Pilkada Surabaya. "Risma sudah kita keluarkan rekomendasinya. Tetap dengan PDI Perjuangan beliau. Rekomendasi juga langsung untuk pasangannya," kata Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto.
Nama-nama top sebenarnya sempat dikabarkan akan ikut bertarung dalam Pilkada Surabaya. Salah satu contohnya adalah Ahmad Dhani. Namun setelah dikonfirmasi Dhani menolak maju.
"Saya tegaskan lagi, saya tidak akan maju di Pilwali Surabaya. Saya masih dibutuhkan KMP di Jakarta sebagai penggembira. Karena saya memang dekat dengan KMP," kata Dhani.
Sementara PKS sudah menyiapkan tiga nama untuk menghadapi Risma. Ketiganya adalah Suyanto, Reni Astutik dan Ketua DPW PKS Jawa Timur, Hamy Wahyunianto. Soal ketiga nama ini masih wacana, belum ada kepastian.
Tak hanya PKS, Gerindra juga mewacanakan nama Benjamin Kristianto, Wakil Ketua DPD Gerindra Jawa Timur. Tapi Gerindra belum mengambil keputusan final.
(mdk/has)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya