Begini mekanisme pemilihan ketum Golkar di Munaslub
Merdeka.com - Ketua Penyelenggara Munaslub Partai Golkar, Theo L Sambuaga menjelaskan mekanisme pemilihan ketua umum Partai Golkar nanti. Syarat utama bagi mereka yang ingin maju sebagai ketua umum Gokar harus mendapatkan dukungan sekurang-kurangnya 30 persen suara dari jumlah total pemilik suara.
"Di hari pertama Munaslub yang sudah dapat 30 persen akan jadi bakal calon. Kalau enggak mencapai 30 persen? Kalau yang mencapai 30 persen no 1, itu berarti 1 calon, itu langsung ditetapkan aklamasi," ujar Theo di Kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Kamis (28/4).
Theo melanjutkan, jika ada dua calon yang mendapatkan dukungan 30 persen suara, maka akan dipilih ulang secara dua tahap. Bila ada calon yang meraup 50 persen dukungan suara lebih tapi ada calon lain mendapatkan 30 persen suara, maka akan ditetapkan dua calon yang bakal bertarung.
"Itu kalau enggak ada yang 30 persen akan kepanitiaan dibicarakan siapa yang tetap bisa maju, terus di vote ulang. Kalau ada dapat 50 persen lebih, tapi ada yang 30 persen, akan ada 2 calon," jelasnya.
Rapat Pleno DPP Partai Golkar memutuskan diselenggarakannya musyawarah nasional luar biasa (Munaslub) tanggal 23-25 Mei di Bali. Dalam Munaslub ini, dipastikan akan dipilih calon ketua umum dan disusun pengurus Partai Golkar yang baru.
"Yang penting sekarang biarlah kader yang siap jadi caketum berkompetisi. Sosialisasi ke daerah-daerah, sampai tanggal 10. Sosialisasi ke kalangan intern partai dan stakeholder, lalu ada debat publik langsung di TV melibatkan pakar pengamat, analis-analis," tandasnya.
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya