Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Bawaslu sebut sistem IKP demi sukses pilkada 2017, bukan hal negatif

Bawaslu sebut sistem IKP demi sukses pilkada 2017, bukan hal negatif Pemungutan suara pilpres di Benhil. ©2014 merdeka.com/muhammad lutfhi rahman

Merdeka.com - Pada tahun depan, sejumlah daerah bakal menggelar pilkada serentak. Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Muhamad, menilai dengan dibuatnya sistem Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) dapat meminimalisir kecurangan di tiap daerah.

"Penting ini IKP, apalagi mendekati pemilu masyarakat harus tahu hak dan kewajibannya sebagai pemilih. Harus dipastikan dan diberikan dengan baik. Kesuksesan Pilkada 2017 ini ada di tangan kita semua. Kami berharap partisipasi aktif semua masyarakat," kata Muhammad saat peluncuran Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) di hotel arya duta, Jakarta Pusat, Senin (29/8).

"Yang dimaksud rawan ini bukan penilaian negatif, tapi sebagai pembelajaran bersama untuk pilkada yang lebih bermartabat," imbuhnya.

Di tempat yang sama, Ketua KPU Juri Ardiantoro mengatakan, apa yang dilakukan Bawaslu sudah tepat dan berharap bisa meminimalisir kecurangan pada Pilkada 2017.

"Apa yang dilakukan Bawaslu adalah tentu kita semua punya pendapat untuk pengukuhan yang dilakukan Bawaslu. Kalau ada masalah yang timbul di lapangan, konstruksi kerawanan bisa berperan," kata dia.

"Setiap tahap kerawanan Pilkada pasti punya potensi masalah, apa yang dilakukan Bawaslu untuk memetakan ini bisa memberikan solusi dan strategi, tentu ini menjadi sangat baik," sambung Juri.

Lebih jauh, Juri menambahkan, dengan adanya IKP tersebut bisa menjadikan pilkada serentak 2017 di Indonesia berjalan dengan baik dan demokratis.

"Ini bagian dari kerja sama Bawaslu dengan KPU semata-mata untuk Pilkada 2017 yang lebih berkualitas," tegas Juri.

(mdk/lia)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP