Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Bawaslu antisipasi kecurangan Pilkada manfaatkan pengungsi bencana

Bawaslu antisipasi kecurangan Pilkada manfaatkan pengungsi bencana Bawaslu. ©2017 Merdeka.com/Ahda Bayhaqi

Merdeka.com - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mengantisipasi kecurangan pemungutan suara dalam pelaksanaan Pilkada 2018 dengan memanfaatkan pengungsi bencana. Seperti misalnya memanfaatkan suara dari pengungsi Gunung Agung, Bali.

"Ada potensi pemilih yang tidak punya hak untuk memilih di daerah itu kemudian berbondong-bondong milih di situ untuk kepentingan satu calon," jelas Anggota Bawaslu RI, Mochammad Afifuddin, Rabu (29/11).

Berdasarkan pantauan pihaknya di Bali khususnya daerah terdampak letusan Gunung Agung, banyak warga yang telah keluar dari daerah terdampak kemudian mengungsi ke daerah lain. Hal ini juga perlu diantisipasi agar tak dimanfaatkan calon tertentu untuk mendulang suara.

"Kalau saya dengar dari Bawaslu (Bali) banyak juga yang keluar dari daerah terdampak itu dan ini juga menjadi perhatian serius baik oleh KPU maupun Bawaslu," jelasnya.

Bawaslu, kata Afifuddin, telah berkoordinasi perihal ini dengan KPU bagaimana melakukan upaya antisipasi. "Tadi kami kontak (Bawaslu) Bali situasinya mereka bekerja mengawasi proses-proses rapatnya juga menggunakan masker. Untuk pergeseran masyarakat totalnya sekitar 100 ribu atau berapa gitu tadi," jelasnya.

Jika warga tersebut keluar dari wilayahnya kemungkinan pada hari H Pilkada nanti mereka tak berada di wilayahnya yang telah terdampak bencana. Jika pemungutan suara dilakukan di pengungsian maka butuh mekanisme yang cukup rumit. Namun hal itu nanti akan dikoordinasikan dengan KPU.

(mdk/bal)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP