Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Banyak Logistik Terlambat, KPU Tegaskan Pemilu Harus Tetap Dilaksanakan

Banyak Logistik Terlambat, KPU Tegaskan Pemilu Harus Tetap Dilaksanakan Sosialisasi Aplikasi Situng KPU. ©Liputan6.com/Johan Tallo

Merdeka.com - Logistik di beberapa Tempat Pemungutan Suara (TPS) terlambat atau tidak datang hingga batas waktu TPS ditutup Pukul 12.00 WIB. Salah satunya, TPS 043 Kelurahan Argapura Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura. Alhasil, seluruh pemilih yang masuk dalam DPT (Daftar Pemilih Tetap) harus gigit jari. Termasuk Gubernur Papua, Lukas Enembe.

Menanggapi hal tersebut, Ketua KPU RI Arief Budiman mengatakan, pihaknya akan mengecek terlebih dahulu.

"Mulai dari Jayapura, Bekasi, Bogor. Ya kan saya baru ke sini, nanti dicek dulu," kata Arief di Cipinang, Jakarta Timur, Rabu (17/4).

Arief mengatakan, meski ada beberapa keterlambatana logistik, pemilu harus tetap berjalan.

"Prinsipnya begini, pemilu tidak boleh tidak diselenggarakan, pemilu harus tetap diselenggarakan. Nah kondisi-kondisi membuat pemilunya tertunda, harus dilanjutkan, kemudian harus dilakukan susulan, enggak apa-apa karena UU sudah mengatur dan membuka ruang untuk itu," jelas Arief.

Ia mengatakan, meski ada beberapa kasus keterlambatan pemungutan suara karena belum ada logistik, maka ada kemungkinan pemungutan susulan yang sudah diatur UU. Meski demikian, pemilu di tempat lain harus tetap berjalan.

"Jadi kalau nanti ada laporan logistik belum datang, ya kita cek nanti. Tapi yang jelas pemilunya harus dilaksanakan dan selesai," tandasnya.

Reporter: Delvira Hutabarat

Sumber: Liputan6.com

(mdk/rnd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP