Banyak kader pindah NasDem, Hanura akui sedang hadapi kemelut
Merdeka.com - Para Caleg DPR petahana dari Hanura memilih pindah ke Partai NasDem. Mereka khawatir, Hanura pimpinan Oesman Sapta Odang (OSO) itu tenggelam di Pemilu 2019.
Bukan cuma itu, kisruh dualisme antara kubu Daryatmo dan OSO juga menjadi alasan kuat untuk pindah. Dua di antara yang pindah adalah mantan Ketua Fraksi Hanura DPR Dossy Iskandar dan Rufinus Hutahuruk. Kedua orang ini berada di kubu Daryatmo.
Menanggapi banyaknya kader yang pindah partai, Wakil Ketua Umum Hanura Gede Pasek Suardika mengatakan, fenomena tersebut merupakan hak bagi setiap orang. Mereka dianggap berhak memilih partai mana untuk berjuang di jalur politik.
Pasek mengatakan, akhir-akhir ini memang Hanura dihadapkan dengan sejumlah persoalan. Tapi hal itu terbukti dapat diatasi dengan baik oleh para pimpinan partai.
"Hanura dilanda kemelut lolos verifikasi dengan gemilang, Hanura dipandang sebelah mata, tapi menjadi pemenang Pilkada nomor dua dan terus Hanura dihantam dengan ujiannya kami akan hadapi dan selesaikan satu persatu. Nanti rakyat yang menilai bahwa kami tangguh hadapi tantangan. Di sanalah kepercayaan akan muncul," kata Pasek saat dihubungi merdeka.com, Selasa (17/7).
Pasek mencium gelagat tak sehat dalam persaingan Pemilu 2019. Salah satunya, peristiwa tiba-tiba saja ketua DPC dan sektaris Hanura di suatu daerah mundur. Padahal, saat ini partainya tengah persiapkan proses pendaftaran calon legislatif.
Namun, Pasek optimis partainya mampu menghadapi segala cobaan. Dengan demikian, dia yakin, Hanura tak seperti diprediksi lembaga survei tak lolos dalam Pemilu 2019 nanti.
"Bahkan satu dua hari ini dengan sengaja beberapa ketua dan sekretaris DPC mundur lalu pindah parpol lain untuk gagalkan pencalegan Hanura, tapi semua kami tangani dengan sabar. Caleg dibajak parpol lain ya kami siapkan kader yang lebih fresh. Kami hadapi semua dengan tenang saja," jelas Pasek.
Menurut dia, Hanura bisa merekrut para bakal caleg yang lebih fresh. Tidak mengandalkan wajah-wajah lama yang sudah lama duduk di parlemen.
"Parpol bisa rekrut kader yang sudah matang atau juga melahirkan kader baru yang dididik dalam proses dinamika politik di internal partai," katanya.
(mdk/rnd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya