Bantah Demokrat, NasDem tegaskan Istana tak ada kaitannya dengan Asian Sentinel
Merdeka.com - Wasekjen Partai Demokrat Rachland Nashidik mempertanyakan kemungkinan adanya keterlibatan pihak Istana dalam pemberitaan soal konspirasi pada kasus Bank Century yang menyeret nama SBY. Hal ini terkait unggahan foto yang menampilkan Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Moeldoko bersama bersama Co-Founder media asing Hong Kong, Asia Sentinel, Lin Neumann.
Foto itu diunggah lewat akun media sosial twitternya, @RachlandNashidik hari ini. Dalam artikelnya, media Asia Sentinel menyebut SBY bersama 30 pejabat lain melakukan tindak pencucian uang sebesar USD 12 miliar atau setara Rp 177 triliun.
Menanggapi hal itu, Sekretaris Jenderal Partai NasDem Johnny G Plate menegaskan hal tersebut tidaklah benar. Sebab, kata dia, Istana tak memiliki kepentingan dengan pemberitaan di Asian Sentinel.
"Saya kira tidak betul ya. Karena tidak ada kepentingan Istana atau kepentingan bapak presiden terkait dengan berita yang dimuat Asia Sentinel," kata Plate di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (18/9).
Menurut Plate, meski Presiden Joko Widodo (Jokowi) maju sebagai bakal Calon Presiden di 2019, tetapi sama sekali tidak ada kaitannya dengan pemberitaan Asian Sentinel. Karena, lanjut dia, Jokowi sama sekali tidak ada kaitannya dengan kasus korupsi Bank Century.
"Itu tidak hubungannya dengan pemerintahan saat ini, tidak ada hubungannya dengan paslon, Pak Prabowo-Sandiaga, Pak Jokowi-Ma'ruf tidak ada kaitannya dengan kasus Century," ungkapnya.
"Apalagi tidak ada hubungan Pak Jokowi dengan kasus Century itu sendiri. Saya kira berita itu tidak betul dan agak bias," ucapnya.
Sebelumnya, media asing asal Hong Kong, Asia Sentinel mempublikasikan artikel investigasi terkait konspirasi pada kasus Bank Century. Dalam tulisan tersebut dikatakan Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bersama 30 pejabat lain melakukan tindak pencucian uang sebesar USD 12 miliar atau setara Rp 177 triliun.
Artikel investigasi itu ditulis langsung oleh pendiri Asian Sentinel John Berthelsen, berdasarkan laporan investigasi sebanyak 488 halaman sebagai gugatan Weston Capital International ke Mahkamah Agung Mauitius pekan lalu.
(mdk/dan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya