Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Bantah deal dengan Golkar, Hanura lirik PDIP

Bantah deal dengan Golkar, Hanura lirik PDIP Kampanye Hanura di Jakarta. ©2014 merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Jauh sebelum pemilu legislatif, Partai Hanura telah mendeklarasikan pasangan capres cawapres Wiranto - Hary Tanoesoedibjo. Hanya mendapat suara 5 persen di pemilu legislatif, pasangan ini mau tidak mau harus 'bercerai'.

Lalu siapakah di antara keduanya yang bakal dimajukan sebagai cawapres? Hanura sendiri mengaku belum membicarakan hal tersebut di internal partai.

Ketua DPP Partai Hanura Saleh Husin mengatakan, partainya masih terus melakukan komunikasi politik dengan siapapun. Hal ini dilakukan untuk menyamakan pandangan antarpartai untuk membangun koalisi ke depan.

"Semuanya masih cair belum menjurus ke satu partai tertentu. Pak Wiranto selaku ketua umum juga ingin mendapat masukan dari teman pengurus yang lain agar keputusannya yang diambil nanti adalah putusan yang valid," ujar Saleh kepada merdeka.com, Kamis (17/4).

Dia membantah sudah bersepakat dengan Partai Golkar untuk membangun koalisi bersama mendukung Aburizal Bakrie sebagai capres. Dia menilai, satu atau dua minggu ke depan, sikap resmi partai baru akan ditentukan.

Begitu juga soal kursi cawapres, menurut dia, Hanura tidak hanya ingin duduk di istana. "Hanura tentu ingin berkoalisi dengan partai yang dapat memenangkan pertarungan jadi tidak sekedar ikut-ikutan maju dan sekali lagi semua masih cair," imbuhnya.

Anggota Komisi V DPR ini juga membantah jika ada perpecahan antara Wiranto dan HT karena kedua kubu ingin dimajukan sebagai cawapres. Dia menambahkan, rapat internal belum digelar karena kader sedang sibuk mengurus pemilu legislatif.

"Sementara belum (dibahas) karena teman-teman banyak yang masih di dapil," pungkasnya.

(mdk/did)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP