Bambang DH: Isu Risma mundur bisa rusak citra PDIP jelang pemilu
Merdeka.com - Isu pengunduran diri Tri Rismaharini dari jabatannya sebagai Wali Kota Surabaya, Jawa Timur, masih jadi pergunjingan publik. Mantan Wakil Wali Kota Surabaya, Bambang Dwi Hartono menyesalkan adanya isu pengunduran diri Risma itu.
Bahkan, Bambang menilai isu itu bisa menjatuhkan citra Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) selaku partai pengusung.
Bambang juga mengkritik sikap alumni Institut Teknologi 10 November Surabaya (ITS) itu tidak kesatria jika benar ingin mundur dari jabatannya sebagai wali kota.
Bambang, politisi PDIP yang juga mantan Wali Kota Surabaya selama dua periode itu menganggap, sikap Risma bukanlah sikap pemimpin, karena lebih mengarah ke pencitraan politik.
"Pemimpin itu harus berani mengambil risiko, bukan malah terus mencari popularitas seperti ini," tegas Bambang kepada wartawan di Surabaya melalui telpon selulernya, Rabu (19/2).
Topik pilihan: Pemilu 2014 | Surabaya
Secara politik, mantan calon gubernur Jawa Timur periode 2014-2019 ini juga menganalisis, adanya skenario politik di balik isu mundurnya Risma, yaitu untuk menjatuhkan PDIP menjelang Pemilu 2014.
"Saat ini adalah tahun politik menjelang Pileg dan Pilpres 2014. Karena itu saya berharap Risma mengambil sikap tegas, dan jangan seperti main sinetron," ucapnya.
Diberitakan sebelumnya, isu pengunduran diri Risma ini mulai mencuat sejak pelantikan Whisnu Sakti Buana sebagai Wakil Wali Kota Surabaya, menggantikan Bambang DH pada pertengahan Januari lalu. Bambang mundur sebagai Wakil Wali Kota karena maju sebagai calon gubernur di Pilgub Jawa Timur yang digelar pada Agustus 2013 lalu.
Selanjutnya, pertengahan Januari 2014, Whisnu dilantik menggantikan Bambang. Sejak saat itu hingga saat ini, kabar mundurnya Risma itu masih menjadi pergunjingan publik.
Berbagai wacana muncul seputar isu tersebut, salah satunya mengkait-kaitkan dengan isukan ketidakharmonisan hubungan Risma dengan Whisnu, pasca-rencana pemakzulan di awal masa kepemimpinan Risma sebagai wali kota.
Sayangnya, saat dikonfirmasi terkait masalah itu Selasa kemarin, Risma selalu menolak berkomentar, sehingga kebenaran isu mundur wali kota perempuan pertama di Surabaya itu, masih belum jelas hingga saat ini.
(mdk/ren)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya