Bakal pecah di Pilgub Jatim, aktivis nahdliyin gagas penganut NU Khittah
Merdeka.com - Suara warga nahdliyin diprediksi bakal pecah saat Pilgub Jawa Timur 2018 digelar. Sebab, dua kader terbaiknya akan berhadap-hadapan di hajatan lima tahunan itu, yaitu Khofifah Indar Parawansa dan Saifullah Yusuf (Gus Ipul) yang berpasangan dengan kader NU lainnya, Abdullah Azwar Anas.
Sejumlah aktivis NU menggagas wadah baru, khusus komunitas NU kultural yang diberi nama Penganut Khittah Nahdliyin atau Penganut NU Khittah.
Menurut salah satu penggagas, Ahmad Subhan, Penganut NU Khittah terbentuk di kantin Gedung Museum NU, Jalan Gayungsari Timur, Surabaya pada Rabu (1/11) sore kemarin. Saat itu, beberapa mantan pengurus PMII, GP Ansor, maupun Fatayat Jawa Timur, serta kiai dari Madura, Tapal Kuda dan Pantura berkumpul untuk menggagas wadah baru.
Pertemuan itu sendiri, dimotori mantan Ketua GP Ansor dan DPW PKB Jawa Timur, Choirul Anam. "Ini (ide membentuk wadah baru) adalah bentuk keprihatinan melihat situasi sekarang, bahwa NU banyak terinfiltrasi persoalan-persoalan politik," terang Subhan, Kamis (2/11).
Mengingat adanya hajatan politik di tahun depan, dan sejumlah kader NU akan bertarung di dalamnya, dia mengatakan penting untuk membentuk organ baru yang diberi nama Penganut Khittah Nahdliyah. NU, katanya lagi, harus diselamatkan dari kepentingan politik yang berorientasi pada kekuasaan.
"Bagi kami para kader NU tulen (yang berkumpul hari Rabu kemarin), ada alumni PMII, Ansor dan lainnya, urgent sekali membentuk (komunitas) ini. Karena kami punya pandangan lain bahwa NU harus diselamatkan," tandas alumnus PMII ini.
Subhan menilai, salah satu cara untuk menyelamatkan NU, adalah kembali pada 9 Pedoman Politik Warga NU. "Pedoman ini dicetuskan dalam Muktamar ke-18 NU di Krapayak, Yogyakarta tahun 1989 silam," tandasnya.
(mdk/bal)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya