Anna: Ruhut bohong besar soal kasusnya
Merdeka.com - Istri Ruhut Sitompul , Anna Rudhiantiana Legawati, mengaku tidak habis pikir dan tidak tahu menahu mengapa kasus yang diadukannya ke Mabes Polri jalan di tempat. Menurut Anna, Mabes Polri mengaku perlu meminta izin Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk menindaklanjuti kasus yang menyeret Ruhut Sitompul itu.
"Saya kurang tahu katanya masih perlu izin Presiden sesuai aturan demikian. Tapi berapa lama? Izin Presiden itu kan 6 bulan baru nanti ada jawaban. Tapi ini perkara saya sudah 2 tahun lebih dan masih jalan di tempat," ujar Anna di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (26/9).
Anna datang ke Komisi III DPR didampingi pengacara Hotman Paris Hutapea. Keduanya diterima oleh Ahmad Yani dari Fraksi PPP, Desmond Junaidi Mahesa dari Fraksi Gerindra, Syarifuddin Suding dari Fraksi Hanura dan Sayed M Mulyadi dari Fraksi PDIP.
Anna dengan tegas menolak jika Ruhut Sitompul ditetapkan sebagai ketua Komisi III DPR. Pasalnya, hingga saat ini, kasusnya belum ada tanda-tanda penyelesaian di Mabes Polri.
"Sudah banyak saksi diperiksa sudah 8 orang. Jadi kalau jawaban yang bersangkutan (Ruhut) kemarin adalah perkaranya sudah selesai itu bohong besar," jelas Anna.
"Jadi belum ada penyelesaian kekeluargaan, adat atau hukum. Jadi diharapkan rekan-rekan mengetahuilah kalau besok dia jadi ketua," tambahnya.
Lebih lanjut, Anna mengaku tidak habis pikir dengan sikap Ruhut. Di satu sisi dia menafkahi anak semata wayangnya, Kristian, namun di sisi lain Ruhut tidak mau mengakui status anaknya.
"Kalau dinafkahi dia memberikan kepada anaknya jadi ini kontroversi. Di satu pihak dia tidak mengakui tapi dia juga memberikan nafkah," beber Anna.
"Saya tidak pernah melakukan komunikasi sejak dia keluar dari rumah. Sudah ada 5 tahun gak ada komunikasi," tandasnya. (mdk/dan)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya