Anies sebut debat kandidat uji penguasaan data bukan hafalan
Merdeka.com - Jelang debat kandidat kedua cagub Anies Baswedan mengaku lebih rutin berdiskusi dengan para dewan pakar dari berbagai perguruan tinggi. Dalam diskusi tersebut Anies mengaku hanya memperbarui data yang dimilikinya.
"Diskusi dengan praktisi yang sebetulnya pakar juga sih disebutnya," ucap Anies saat ditemui di kawasan Gajah Mada, Taman Sari, Jakarta Barat, Rabu (25/1).
Anies menilai penyegaran data-data jelang debat diperlukan karena pertanyaan dari panelis sangat rahasia. Sehingga perlu diantisipasi dengan penguasaan data, bukan sekadar hafalan.
"Kalau saya melihat begini, penyegaran data penyegaran atas masalah itu sebelum debat saya selalu sampaikan. Debat itu berpikir logis ngerti struktur menyelesaikan masalah," kata dia.
"Karena memang bukan hafalan, bukan uji hafalan tapi uji berpikir logis. Kalau enggak ngerti persoalan enggak bisa mikir benar," sambung Anies.
Rutinnya pertemuan dengan para dewan pakar itu, kata Anies, bukan karena banyak informasi yang didiskusikan. Melainkan diskusi yang dilakukannya tak langsung dengan semua dewan pakar. Tetapi bergantian sesuai dengan bidangnya masing-masing.
"(Dewan pakar) Banyak tapi karena saya ketemunya enggak langsung 20 orang sekaligus. Perbidang saja enggak banyak paling 3-4 orang," ujar Anies. (mdk/ded)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya