Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Anies-Sandi unggul hitung cepat, Gerindra ingatkan KPU DKI netral

Anies-Sandi unggul hitung cepat, Gerindra ingatkan KPU DKI netral Anies Baswedan nyoblos Pilkada DKI putaran kedua. ©2017 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Sejumlah lembaga survei yang melakukan hitung cepat menyatakan pasangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno berhasil menumbangkan incumbent Basuki T Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat di Pilgub DKI 2017. Proses selanjutnya, KPU DKI akan melakukan penghitungan secara manual untuk menentukan pemenang secara resmi dalam waktu kurang dari satu bulan.

Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Gerindra Andre Rosiade mewanti-wanti agar penyelenggara pemilu dalam hal ini KPU DKI netral. Terlebih, menurut dia, ada isu yang menyebutkan Ketua KPUD Sumarno dan anggota KPU DKI Dahlia sering berkomunikasi secara intens dengan Charles Honoris Bendahara Timses Ahok dan Djarot

"Kami minta KPUD netral dan menjaga independensinya demi Pilkada DKI yang demokratis dan sehat," kata Andre dalam pesan singkat, Rabu (19/4).

Selain mengingatkan KPUD, Andre juga meminta Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DKI dan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) turun tangan. Bawaslu turun untuk memastikan setiap kegiatan yang digelar KPUD berjalan sesuai tahapan.

Berikut mengawasi kegiatan demi kegiatan yang dilakukan dua pasangan calon beserta tim pemenangannya. Terlebih jelang pencoblosan Pilkada DKI marak aksi pembagian sembako oleh tim paslon. Kegiatan yang semestinya bisa dilakukan penindakan dan meneruskannya ke pihak kepolisian.

Warga Jakarta yang peduli terhadap proses demokrasi lima tahunan di Ibu Kota membuktikannya sendiri melalui berbagai sosial media. Yakni dengan mengirimkan berbagai kecurangan pada masa tenang dengan membagikan sembako.

"Sangat kentara, Bawaslu DKI harus lebih tegas menindak setiap pelaku pelanggaran karena mereka secara langsung merusak proses demokrasi di Ibu Kota," kata Andre.

Juru Bicara Tim pemenangan paslon Anies Baswedan - Sandiaga Uno itu menambahkan, DKPP perlu mengawasi setiap kegiatan penyelenggara pemilu berikut kecenderungannya dalam Pilkada DKI. Jika penyelenggara pemilu tidak mampu menjaga netralitas dan independensinya berdampak serius bagi kepemimpinan di Jakarta dalam lima tahun mendatang.

Di sisi lain, Andre juga menyoroti komisaris BUMN yang ikut cawe-cawe dalam Pilkada DKI. Ia meminta Menteri BUMN Rini Soemarno menegur beberapa komisaris seperti Kartika Djoemadi dan Budi Arie yg ditenggarai menjadi Timses Ahok dan Djarot tersebut, sebab telah melakukan tindakan yang melanggar aturan.

"Komisaris yang aktif cawe-cawe di Pilkada harus ditegur, Menteri BUMN pasti tahu bahwa komisaris BUMN tidak berpolitik. Kalau memang mau aktif berhenti saja jadi komisaris BUMN," tegasnya.

(mdk/rnd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP