Anies minta dalang di balik kampanye hitam serang dirinya diusut
Merdeka.com - Baru-baru ini jelang hari pencoblosan, beredar selebaran kampanye hitam dengan judul '10 kebohongan Anies-Sandi' dan 'Tokoh-tokoh di belakang Anies-Sandi'. Selebaran tersebut diketahui telah disebarkan 4 pelaku yang di Pisangan Baru, Matraman, Jakarta Timur.
Calon Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pun berharap dalang di balik kampanye hitam itu bisa segera diproses. Sebab pelanggaran dalam kampanye itu merupakan perbuatan melawan hukum yang patut diadili.
"Pastikan pelakunya ditindak dan dapat sanksi hukum karena tidak ada tindakan hukum yang tidak ada konsekuensi hukum apalagi menyebar kan fitnah kita beruntung kalau mereka tertangkap," kata Anies saat di Masjid Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (9/2).
Anies mengungkapkan ketegasannya terhadap pengusutan kasus kampanye hitam itu bukan lantaran dirinya menjadi korban. Bila hal serupa juga menimpa pasangan lainnya dia pun meminta untuk segera diusut tuntas oleh pihak berwajib.
"Pelanggaran-pelanggaran hukum itu bukan soal pandangan kita saja, kalau ada selembaran gelap yang menimpa siapapun diproses. Ini bukan karena menimpa kita berdua (Anies-Sandi) menimpa siapapun harus diproses," terang Anies.
Anies yakin aparat penegak hukum bisa dengan mudah mengungkap dalang dari kampanye hitam terbuat.
"Aparat penegak hukum kita canggih kok dari penerimanya sampai pada produsennya," kata Anies.
Anies melanjutkan, selama tetap fokus menyampaikan pesan-pesan visi dan misi, selebaran kampanye hitam itu tak akan berarti apapun. Atas peristiwa ini pun dia menegaskan selama bisa mensosialisaskan program dan visi-misinya akan mematahkan pernyataan yang ada dalam brosur tersebut.
"Dengan ini kita makin yakin akan pesan kita strategi kita kalau strategi dan pesan kita enggak jalan enggak akan keluar itu selebaran fitnah itu," ujar Anies.
(mdk/msh)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya