Anies Bertemu Prabowo, Riza Patria Sebut Tak Bahas Pilkada DKI
Merdeka.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bertemu Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto pada pekan lalu.
Wagub DKI Jakarta yang juga Ketua DPD Gerindra DKI Ahmad Riza Patria menyebut pertemuan itu hanya pertemuan biasa, tanpa pembahasan berat seperti Pilkada DKI.
"Enggak ada. Kan enggak ada pembahasan soal itu (Pilkada) sejauh yang saya tau. Pertemuan itu belum ada wacana soal pilkada 2022, 2023 atau 2025," kata Ariza di Jakarta, Jumat (5/2) malam.
Ariza menyebut pertemuan tersebut membahas program DKI Jakarta, apalagi Gerindra adalah partai pendukung Anies saat Pilkada 2017.
"Pembicaraannya seperti itu juga, seputar program bagaimana membangun kedaulatan bangsa, pangan, mempertahankan NKRI dan sebagainya. Itu sepengetahuan yang saya dengar dari apa yang disampaikan Pak Anies kepada saya, pembicaraannya cair, enggak ada yang spesial, enggak ada yang khusus. Pertemuan ini saya kira baik ya, apalagi sudah lama Prabowo-Anies enggak ketemu, apapun Pak Anies diusung oleh Partai Gerindra," bebernya.
Selain itu, Ariza memastikan pertemuan itu juga tidak membahas Pilpres 2024 "Enggak ada, tidak ada pembahasan ke situ. Kita sama-sama memahami posisi masing-masing. Justru pertemuan itu silaturahmi biasa, cair, Pak Prabowo menjelaskan gagasan konsep terkait pertahanan," terangnya.
Soal Pilkada DKI, Ariza menyatakan Gerindra belum menentukan sosok yang akan diusung. Namun, ia memastikan partainya siap kapanpun Pilkada DKI digelar, baik 2022 atau 2023.
"Apapun keputusannya, tugas kita semua, tidak hanya saya, semua warga negara harus menghormatinya dan melaksanakannya. Apapun keputusannya. Apakah seperti yang sekarang tetap 2024, atau nanti di 2022, 2023, apapun itu tugas kita mengikuti dan memastikan bahwa kita patuh dan taat pada peraturan perundangan yang ada," kata Ariza.
Saat ini, menurut dia masih terlalu dini mengungkap siapa sosok potensial yang akan diusung Gerindra.
"Terlalu prematur, terlalu cepat bicara sosok, calon kepala daerah ke depan.Ya kan kita tunggu. Nanti kan kalo memang sudah pasti Undang Undangnya memang 2022 ya baru kita bicara. Itu pun masih lama. Kalau Undang Undangnya tahun 2024, nanti kita bicara, itu pun lebih lama lagi. Jadi pada saatnya ya kita harus proporsional lah. Jangan ditarik tarik ke depan, belum waktunya," katanya.
DPD Gerindra saat ini, lanjut Ariza, tetap melakukan konsolidasi partai namun tetap fokus membantu mengendalikan pandemi Covid-19.
"Jadi biar masyarakat ini kondusif, tugas kita sekarang jangan bicara politik apalagi pilkada atau pilpres. Kita sekarang bagaimana bersama memastikan seluruh jajaran kita di pemerintah, di partai politik, DPRD, seluruhnya elemen masyarakat bahkan masyarakat terkecil, bagaimana kita berupaya mencegah dan mengendalikan covid," tandasnya.
Reporter: Delvira Hutabarat
Sumber: Liputan6.com
(mdk/bal)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya