Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Anggota MKD dari Golkar yang diganti justru dukung usut kasus Setnov

Anggota MKD dari Golkar yang diganti justru dukung usut kasus Setnov Setya Novanto. ©2015 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Anggota baru Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) dari Fraksi Golkar, Ridwan Bae langsung tancap gas semenjak menggantikan Dadang S Muchtar di lembaga penegak etik itu.

Bukannya fokus melakukan pengusutan terhadap dugaan pelanggaran kode etik Ketua DPR Setya Novanto, dia malah meminta DPR membentuk Pansus PT Freeport Indonesia.

Dalam rapat pleno siang tadi, dia juga kembali mempermasalahkan legal standing Menteri ESDM Sudirman Said selaku pelapor.

Anggota MKD dari Fraksi Sarifuddin Sudding pun mengaku geram dengan tingkah anggota MKD dari Golkar itu.

Dia mengungkapkan bahwa anggota MKD dari Golkar yang diganti justru mendukung agar alat kelengkapan dewan itu mengusut kasus dugaan pencatutan nama Presiden Joko Widodo oleh Setya Novanto.

"Ya dulu yang diganti itu malah mereka dukung ungkap kasus ini," kata Sudding di Gedung DPR, Jakarta, Senin (30/11).

Meski demikian, dia tak mau menyatakan bahwa pergantian Anggota MKD dari Golkar merupakan sebuah langkah untuk mengamankan Setya Novanto. "Ya terserahlah," ujarnya.

Sebelumnya, Ridwan Bae mengatakan dengan adanya pansus Freeport, MKD tak perlu melakukan pengusutan kasus ini. "Freeport kan jadi sumber persoalan. Sebaiknya bentuk Pansus Freeport itu akan lebih terbuka semuanya siapa yang salah, kemudian kalau ada pejabat-pejabat yang mana itu rakyat terpuaskan. Kalau Pansus pasti akan terbuka, terpuaskan rakyat. Termasuk kalau Novanto salah, kelihatan," kata Ridwan di Gedung DPR, Jakarta, Senin (30/11).

Menurutnya, pembentukan Pansus Freeport bakal jadi titik terang penuntasan kasus ini. Sebab, dia melihat selama ini polemik yang ada justru seakan menyerang pribadi Setya Novanto.

"Kita bentuk Pansus menangkap apa yang jadi keinginan rakyat, keterbukaan, tidak tersembunyi. Semua yang dicurigai rakyat dibuka di Pansus akan lebih fair. Ini pendapat pribadi saya. Jangan semata-mata persoalan ini hanya kejar Pak Novanto. Yang kita kejar semua orang yang terkait Freeport. Makanya bentuk pansus," katanya.

Seperti diketahui, Fraksi Partai Golkar mengganti Hardisoesilo yang menjabat sebagai Wakil Ketua MKD dengan Kahar Muzakir. Sementara itu, anggota MKD Budi Supriyanto digantikan Adies Kadir. Terakhir, Dadang S Muchtar digantikan oleh Ridwan Bae.

(mdk/ren)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP