Anas kritik persaingan KMP dan KIH dari balik jeruji
Merdeka.com - Terdakwa kasus korupsi proyek-proyek pemerintah dan pencucian uang, Anas Urbaningrum, menyentil persaingan dua poros koalisi, yakni Koalisi Merah Putih dan Koalisi Indonesia Hebat dalam pentas politik nasional. Mantan Ketua Umum Partai Demokrat itu menyarankan supaya kedua kubu membuka pembicaraan dan bukan meruncingkan perseteruan.
Anas menuliskan opininya itu dalam secarik kertas di balik ruang tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Adalah salah satu tim kuasa hukumnya, Handika Honggowongso, yang memperlihatkan surat itu kepada awak media.
Surat itu ditulis tangan dengan pulpen hitam. Ada empat saran Anas kepada kedua kubu koalisi itu.
Menurut Anas, pola penguasaan total dan dominasi Koalisi Merah Putih di DPR memang kurang mencerminkan jiwa gotong royong dan semangat berbagi tanggung jawab. Tetapi, lanjut dia, membuat pimpinan DPR tandingan adalah pilihan politik yang sulit dipahami dan malah bisa menurunkan citra politik Koalisi Indonesia Hebat.
"Membuat tandingan sulit dipisahkan dari citra lemah, kalah, dan gagap. Boleh jadi ini bisa menggerus citra dan deposit politik pemerintahan Jokowi-JK," tulis Anas dalam pernyataannya yang diterima awak media di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (31/10).
Anas meyakini politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Pramono Anung tidak bakal mau menjadi Ketua DPR tandingan. Dia menilai ada kejanggalan bila Pramono rela menjadi pimpinan parlemen tandingan.
"Kalau mau berarti ada sesuatu yang luar biasa. Tidak ada nilai politik adiluhung dalam kursi Ketua DPR tandingan," lanjut Anas.
Anas menyarankan jalan terbaik bagi kedua pihak adalah duduk bersama buat membicarakan masa depan pengelolaan DPR yang mencerminkan semangat Demokrasi Pancasila dan Indonesia yang majemuk. (mdk/dan)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya