Anas dan doa SBY dari Mekkah selamatkan Demokrat
Merdeka.com - Mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ) dalam kasus korupsi proyek Hambalang, Bogor, Jawa Barat. Anas diduga menerima gratifikasi berupa satu unit Toyota Harrier daro PT Adhi Karya .
Namun, hingga saat ini Anas belum ditahan KPK . Ketua KPK Abraham Samad beralasan banyaknya koruptor yang dicokok membuat ruang tahan KPK masih penuh.
Ditangkapnya Anas diduga ada intervensi dari pihak penguasa. Pasalnya, penetapan Anas sebagai tersangka masih janggal. Nama Anas sendiri dibeberkan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin saat pemeriksaan beberapa waktu lalu.
Penangkapan politisi asal Madiun, Jawa Timur ini dinilai meruntuhkan dukungan terhadap Partai Demokrat . Alasannya, Anas masih menjadi Ketua Umum PD saat ditetapkan sebagai tersangka pada 22 Februari tahun lalu.
Selang sehari kemudian, Anas langsung mengundurkan diri sebagai Ketua Umum PD. Sebelum Anas, KPK juga sudah menangkap mantan Wakil Sekjen PD Angelina Sondakh dan mantan Bendahara Umum PD Muhammad Nazaruddin .
Maka tak ayal, dukungan Partai Demokrat sebagai partai penguasa menjadi turun drastis. Untuk itu, dalam kunjungan kenegaraan di Arab dan Afrika, SBY menyempatkan untuk berdoa di depan Kabah demi musibah yang menimpa Partai Demokrat .
Doa tersebut ditujukan pada prahara yang menerjang partainya. Dia meminta agar Partai Demokrat segera terbebas dari malapetaka dan terbebas dari musibah yang ada saat ini.
"Saya diminta menyelamatkan partai ini dan saya diminta mengambil alih dalam arti penyelamatan partai ini agar tidak terus merosot dan jatuh dalam pemilu yang akan datang," kata SBY.
"Saya akan memohon petunjuk Allah agar saya dituntun mengambil keputusan yang baik. Menyelamatkan Partai Demokrat tentu solusi yang akan saya pilih. Nanti tentu benar-benar rasional. Semua itu bisa terlaksana setelah mendapat ridho dari Allah," imbuhnya.
Topik pilihan: Ormas Anas Urbaningrum | denny indrayana
Direktur Eksekutif Lingkar Madani untuk Indonesia (LIMA), Ray Rangkuti menilai, seharusnya seorang presiden mendahulukan mendoakan bangsanya, bukan partai. Apalagi, ibadah umrah itu menggunakan fasilitas negara.
"Meski saya tidak tahu apa juga mendoakan bangsa Indonesia atau tidak, harusnya dipisahkan, acara partai atau negara. Kalau hanya mendoakan Partai Demokrat saja, tentu tidak selayaknya," kata Ray.
Menurut Ray, pesan singkat yang ditulis di depan Kabah juga memberi sinyal ingin perang terbuka dengan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum . Meski bahasanya agak santun.
Berikut isi petikan SMS dari SBY, langsung dikirim dari depan Kabah dan menyebar di kalangan politisi Demokrat dan wartawan.
Dari: Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat
Kepada :
1. Para Anggota Majelis Tinggi Partai
2. Ses Wanhor
3. Sekjen PD
4. Ketua Fraksi PD DPR
1. Berita SMS ini saya tulis persis di hadapan Kabah, di Masjidil Haram Makkah al-Mukarramah. Setelah alhamdulillah semalam selesai melaksanakan ibadah umroh , insya Allah sebentar lagi saya dan rombongan akan melanjutkan perjalanan ke kota suci Madinah al-Munawwarah, untuk sekaligus ziarah ke makam Rasulullah.
2. Selama berada di Tanah Suci saya terus memohon petunjuk dan pertolongan Allah Swt, agar partai yang kita cintai dapat segera dibebaskan dari berbagi cobaan berat yang kita hadapi dewasa ini. Saya berharap saudara-saudara juga ikut berdoa dan memohon petunjuk dan pertolongan Allah Swt, Tuhan Yang Maha Kuasa, agar kita bisa segera menemukan solusi yang tepat, bijak dan bermartabat.
3. Kepada Ses Wanbin, Ses Wanhor, Sekjen PD dan Ketua Fraksi PD DPR, supaya berita SMS ini disebarluaskan ke seluruh kader di tanah air, agar mereka juga ikut berdoa bersama bagi keselamatan dan kebaikan partai kita.
4. Terima kasih.
Salam.
Makkah, 5 Februari 2013
(mdk/bal)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya