Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Alasan Jokowi rombak kabinet agar ekonomi tak loyo

Alasan Jokowi rombak kabinet agar ekonomi tak loyo Rano Karno dilantik jadi Gubernur Banten. ©2015 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) merombak lima menteri dan satu pejabat setingkat menteri di kabinet kerja. Menurut Jokowi, hal ini dilakukan untuk merespons kondisi ekonomi Indonesia yang tengah menghadapi pelemahan.

"Keputusan ini saya ambil sebagai respon atas keadaan ekonomi dalam negeri yang dipengaruhi oleh pelemahan ekonomi global," kata Jokowi lewat akun Facebook-nya dikutip merdeka.com, Kamis (13/8).

Jokowi menjelaskan, perlambatan perekonomian membutuhkan kecepatan dan kapasitas adaptasi dalam menangani permasalahan yang terjadi. Dia menilai, perombakan kabinet ini juga sebagai bagian langkah memperkuat sinergi dan koordinasi lintas kementerian.

"Saya yakin keputusan yang saya ambil berdasarkan masukan masyarakat ini akan mempercepat program prioritas pembangunan untuk menyejahterakan rakyat," pungkasnya.

Seperti diketahui, Menko Polhukam Tedjo Edhy Purdijatno diganti Luhut Binsar Panjaitan. Luhut merangkap jabatan sebagai Kepala Staf Kepresidenan. Lalu Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Indroyono Soesilo diganti Rizal Ramli.

Sedangkan Menko Perekonomian Sofyan Djalil digeser menjadi Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional. Dia menggantikan Andrinof Chaniago.

Posisi Sofyan kini diisi oleh Darmin Nasution. Darmin Nasution merupakan mantan gubernur Bank Indonesia era pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono.

Dua posisi yang juga kena gusur yakni, Sekretaris Kabinet dari Andi Widjajanto beralih ke Pramono Anung. Kemudian Menteri Perdagangan Thomas Lembong dipilih menggantikan Rahmat Gobel.

(mdk/rnd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP