Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Alasan Elektabilitas Erick Thohir Merangkak Naik di Survei Indikator Politik

Alasan Elektabilitas Erick Thohir Merangkak Naik di Survei Indikator Politik Menteri BUMN Erick Thohir. ©2022 Merdeka.com

Merdeka.com - Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno meyakini sosok Menteri BUMN, Erick Thohir bisa mendongkrak tingkat elektabilitas calon presiden (capres) yang ingin maju pada Pemilu 2024.

"Nama Erick Thohir mendongkrak persentase elektabilitas tiga capres dalam hasil survei Lembaga Indikator Politik Indonesia," kata Adi Prayitno dikutip dari Antara, Kamis (7/4).

Tiga nama yang dimaksud, yakni Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo, dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Elektabilitas ketiganya berdampak positif jika diduetkan dengan Menteri BUMN tersebut.

Hal ini merujuk dari hasil survei teranyar Indikator Politik yang dirilis Minggu (3/4) lalu. Dalam survei tersebut, nama Erick yang dipasangkan sebagai cawapres mampu mendongkrak persentase elektabilitas Capres.

Hal itu terlihat dalam hasil survei simulasi tiga pasangan Pilpres. Misalnya, Anies-AHY 27,4 persen Vs Ganjar-Erick 32,2 persen versus Prabowo-Puan 28,7 persen.

Kemudian Anies-AHY 27,1 persen Vs Ganjar-Airlangga Hartarto 29, 7 persen versus Prabowo-Erick 31 persen. Selanjutnya, Anies-AHY 29,2 persen Vs Ganjar-Puan 26,9 persen Vs Prabowo-Erick 31,8 persen.

Tidak ketinggalan simulasi Anies-Erick 26,2 persen Vs Ganjar-Airlangga 31,2 persen Vs Prabowo-Puan 29,4 persen.

Adi menilai, seringnya Erick Thohir berdialog dan bersosialisasi dengan masyarakat berimbas pada reputasinya sehingga publik mulai melirik sosok Menteri BUMN tersebut.

"Belakangan Erick terlihat rajin sosialisasi, muncul dalam event politik, aktif dialog dengan masyarakat. Mungkin variabel ini yang bisa membuat publik mulai melirik Erick," katanya.

Menurut dia, Erick relatif muncul dalam berbagai survei karena tidak lepas dari akselerasi politiknya belakangan ini yang selalu dikaitkan dengan Pilpres 2024. Dalam simulasi survei, posisi Erick kerap dipasangkan sebagai calon wakil presiden (cawapres).

"Bukan sebagai capres karena memang secara individual elektabilitas Erick masih kalah jauh dari Prabowo, Ganjar, dan Anies," ujarnya.

Selain Erick, lanjut dia, jika dikomparasikan dengan data lain, posisi cawapres favorit lainnya adalah Sandiaga Uno. "Itu artinya perlu kerja lebih keras untuk meningkatkan elektabilitas dari Erick secara pribadi," ujar Adi.

Survei Indikator

Sebelumnya, Lembaga Indikator Politik Indonesia merilis survei opini publik terkait Calon Presiden (Capres) untuk Pemilu 2024. Dari hasil survei tersebut, nama Menteri BUMN Erick Thohir dinilai perlu dipertimbangkan.

"Dari simulasi sejumlah nama, Erick Thohir selalu masuk sebagai pilihan masyarakat, baik itu sebagai calon presiden atau wakil presiden," tutur Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi di Jakarta, Minggu (3/4).

Berdasarkan hasil survei, dalam simulasi 33 nama Capres, sosok Erick Thohir masuk di urutan 11 dengan 1,2 persen. Sementara di simulasi 19 nama Capres, dia berada di urutan kesembilan dengan 1,3 persen.

Simulasi pun mengerucut ke tujuh nama Capres. Nama Erick Thohir ada di urutan kelima dengan 2,4 persen. Menurut Burhanuddin, ada peningkatan elektabilitas terhadap Erick Thohir jika dibandingkan Desember 2021.

"Pada Desember 2021 elektabilitas Erick Thohir berada di angka 1,8 persen. Pada Februari 2022, angkanya naik menjadi 2,4 persen," jelas dia.

(mdk/rnd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP