Aksi Grace Natalie Sobek Amplop di DPRD Kota Malang
Merdeka.com - Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie melakukan aksi menyobek 'amplop suap' di Gedung DPRD Kota Malang. Aksinya itu dilakukan bersama-sama para calon legislatif (Caleg) dan kader partai PSI Kota Malang.
"Membiarkan korupsi kecil sama saja sedang menyiapkan korupsi besar terjadi. Tinggal menunggu waktunya saja. Hari ini apa yang terjadi di DPRD Kota Malang tidak boleh lagi terjadi di kota lain. Kita harus hentikan. Kita sobek sama-sama ya," kata Grace Natalie seraya menyobek amplop bertulis 'Uang Suap' di Gedung DPRD Kota Malang, Senin (28/1).
Grace menegaskan komitmen partainya menghilangkan praktik pengumpulan amplop-amplop di DPR. Karena ujung-ujungnya mengiring pada tindak pidana korupsi.
"Tidak ada korupsi kecil dan korupsi besar. Korupsi ya pencurian. Korupsi berarti menghilangkan hak rakyat," tegasnya.
Langkah yang sudah ditempuh PSI, mengawali proses rekrutmen calon legislatif dari partainya. Menurutnya, tanpa seleksi yang baik maka sulit mendapatkan wakil rakyat yang baik.
"Kami melakukan proses seleksi yang transparan. Orang bisa melihat, bahkan ada panelis seleksi independen. Ketika proses seleksi dilakukan, melibatkan masyarakat melalui media sosial," jelasnya.

Tidak kalah penting, saat para calegnya lolos sebagai anggota legislatif, sudah disiapkan mekanisme pelaporan kepada publik. Legislatif yang terpilih wajib melaporkan kinerjanya kepada publik setiap hari. Pekerjaannya sebagai anggota dewan harus dilaporkan. Kalau membahas draf RUU atau perda harus dilaporkan perkembangannya dari waktu ke waktu.
"Kita akan mendapatkan kronologi ketika seseorang membahas UU. Sehingga ketika voting tidak ujug-ujug, karena amplop cokelat, pilihannya tergantung request atau permintaan dari yang memberikan amplop cokelat," katanya.
Anggota legislatif PSI nantinya harus bisa mempertanggungjawabkan lewat kronologi yang sudah dilewati. Sehingga berujung pada pilihan mana dapat diketahui prosesnya, termasuk saat harus terjadi voting terbuka.
"Bukan persoalan menang atau kalah voting, tetapi prosesnya," tegasnya.
Grace juga berjanji akan memecat legislatif yang absen lebih dari 10 persen dan ketentuan itu sudah menjadi bagian dari kontrak yang sudah ditandatangani.
"Ini upaya kami untuk menghapus amplop-amplop cokelat. Korupsi kecil korupsi besar sama saja," tegasnya.
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya