Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Air mata untuk Risma

Air mata untuk Risma Tri Rismaharini di KPK. ©2014 Merdeka.com/Dwi Narwoko

Merdeka.com - Suhu perpolitikan menyambut Pilgub DKI 2017 mendatang kian memanas. Sejumlah nama terus didorong maju melawan petahana, Basuki Tjahaja Purnama. Salah satu yang paling menguat adalah, Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini.

Dukungan Risma melawan Ahok di Pilgub bukan hanya datang dari partai. Banyak elemen masyarakat juga menginginkan Risma menggantikan posisi Ahok menduduki kursi DKI 1.

Meski demikian, PDIP sebagai partai tempat Risma bernaung belum bersikap. Apakah akan memberikan 'tiket' untuk wanita berhijab itu hijrah ke ibu kota atau tetap melanjutkan jabatannya sebagai wali kota sampai selesai.

Risma pernah mengatakan masih ingin membangun Surabaya karena dia punya janji dengan warga di sana.

"Saya sampaikan berulangkali, kalau saya ini memegang amanah. Tidak bisa dilepaskan begitu saja. Kalau hanya segelintir jumlah 10 orang agar ingin saya ke Jakarta, lalu masyarakat lainnya bagaimana? kan masih menginginkan saya tetap di sini (menjadi Wali Kota Surabaya)," kata Risma.

"Ini soal prinsip saja, percaya atau tidak jabatan itu adalah amanah. Jadi saya tetap tidak ingin meninggalkan masyarakat Surabaya," sambungnya.

Di tengah kencangnya suara mendukung Risma ke Jakarta, ternyata masih banyak warga Surabaya menginginkan mantan kepala Kebersihan dan Pertamanan itu tetap memimpin Kota Pahlawan tersebut. Pada Selasa 9 September kemarin, Puluhan Aliansi Perempuan Jawa Timur melakukan aksi simpatik di depan kantor DPRD Kota Surabaya. Aksi itu mereka lakukan sebagai bentuk dukungan agar Risma tidak berangkat ke Jakarta.

Dalam aksinya, mereka membawa poster bertuliskan Masih Cinta Risma, Risma inspirasi perempuan Surabaya.

"Bu Risma itu milik Surabaya. Bukan milik Jakarta," teriak salah seorang koordinator aksi Swastono, Selasa (9/8/2016).

Setelah melakukan aksi di DPRD Kota Surabaya, mereka melanjutkan ke kantor Balai Kota dengan harapan ingin menemui langsung Risma dan menyampaikan suara hati mereka. Mereka menagih janji Risma untuk tetap di Surabaya.

"Aksi ini akan kita lakukan terus-menerus sampai mengawal Bu Risma, supaya tidak maju ke Pilgub DKI Jakarta. Kami perempuan se-Surabaya masih ingin Bu Risma memimpin Kota Surabaya sampai masa jabatannya selesai," pungkasnya.

Hari ini, penolakan Risma ke Jakarta kembali disuarakan warga Surabaya. Kali ini, penolakan itu datang dari seorang siswi SDN Sumberejo 2, Pakal.

Saat dia mengunjungi sekolah itu, siswi itu tiba-tiba menangis dan meminta Risma jangan ke Jakarta.

"Ibu (Risma) jangan pergi dari Surabaya. Ibu di sini saja," ucap siswi bernama Meilia Ilmi, Kamis (11/8).

"Bu Risma jangan ke Jakarta. Di sini aja (Surabaya)," sorak semua siswa-siswa lain yang menyambut kedatangan Risma.

Mendengar pengakuan Meilia, dan sorak semua siswa di SDN Sumberejo 2, Risma berusaha menenangkannya. "Saya masih di sini. Kata siapa kalau di Jakarta," jawab Risma bijak.

(mdk/lia)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP