Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ahok soal serangan dua paslon di debat: Biasa saja!

Ahok soal serangan dua paslon di debat: Biasa saja! Ahok di Debat Pilgub DKI 2017. ©2017 merdeka.com/fikri faqih

Merdeka.com - Calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut dua Basuki Tjahaja Purnama mendapatkan serangan dari dua pesaingnya dalam debat terbuka kedua di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan. Bahkan, keduanya saling melempar pertanyaan untuk mengkritik pasangan petahana ini.

Basuki atau akrab disapa Ahok ini ternyata memiliki pandangan berbeda. Sebab dia merasa hal tersebut biasa saja dan wajar untuk dilakukan dalam adu gagasan visi dan misi tersebut.

"Aku enggak merasa diserang biasa saja. Hanya lebih lama," katanya di Jalan ‎Talang, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (29/1).

Sebelumnya, Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto yang mengikuti debat bersama dengan mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar. Dia duduk mendengarkan pertanyaan yang disampaikan dua moderator Tina Talisa dan Eko Prasodjo kepada tiga pasangan calon.

‎"Walaupun kami mendengar dan merasakan bahwa desain pertanyaan itu ditujukan untuk mengkritisi pasangan incumbent, Pak Ahok dan Pak Djarot. Namun Pak Ahok dan Pak Djarot dalam serangan tersebut justru mampu menunjukkan kualifikasi kepemimpinan yang memberikan jawaban," katanya di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Jumat (27/1).

Dia mengungkapkan, Basuki atau akrab disapa Ahok itu dalam debat tersebut menunjukkan‎ kepemimpinan yang memberi arah terhadap masa depan Jakarta, terutama dalam penataan birokrasi. Terlebih masyarakat kini dapat melihat sendiri hasil kinerja yang telah dilakukan oleh mantan politisi Gerindra itu.

"Di bawah kepemimpinan Pak Ahok dan Pak Djarot, Pungli dapat dihapuskan, kemudian pegawai mendapatkan penghargaan dalam bentuk fasilitas, dalam bentuk gaji yang luar biasa yang membanggakan. Sehingga merunut system sudah dapat dilaksanakan dengan baik. Justru disitulah closing statement Pak Ahok dan Pak Djarot tadi sangat bagus," jabarnya.

Sedangkan mengenai penampilan dua pasangan calon lainnya, Hasto menilai, masih belum dapat dibandingkan dengan Ahok-Djarot. Mengingat mereka belum pernah menunjukkan buktinya untuk ibukota, sehingga masih sekadar retorika.

"Kalau yang lain masih beretorika melawan ketidakadilan, Pak Ahok dan Pak Djarot sudah membuktikan. Bagaimana ketidakadilan tersebut dilawan melalui kebijakan-kebijakan yang konkrit, kebijakan-kebijakan yang membumi," tutupnya.

(mdk/sau)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP