Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ahok dan Anies ragukan sang pengadil

Ahok dan Anies ragukan sang pengadil Surat suara Pilkada DKI. ©2017 merdeka.com/Muhammad Luthfi Rahman

Merdeka.com - Pilgub DKI Jakarta 2017 putaran kedua berjalan kian panas. Bahkan, aksi saling tuding terjadi di masa tenang kampanye. Baik kubu Basuki T Purnama (Ahok) maupun Anies Baswedan menyebut lawannya bermain curang dengan bagi-bagi sembako kepada warga.

Sejumlah truk berisi sembako diamankan oleh polisi dan pengawas pemilu. Diduga kuat, sembako-sembako itu berkaitan dengan tim pemenangan Ahok-Djarot. Kubu Anies-Sandi juga dilaporkan ke Bawaslu dengan tuduhan yang sama.

Namun rupanya, aksi saling curiga tidak cuma dilempar kepada pihak yang berseteru. Penyelenggara, dalam hak ini KPU DKI juga menjadi sasaran tembak baik dari kubu Ahok maupun Anies Baswedan. Keduanya meragukan sang pengadil di Pilgub DKI Jakarta tersebut.

"Kami memberikan kritik pada Ketua KPU indikasinya disinyalir mempunyai kedekatan dengan salah satu paslon," kata Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto di Media Center Badja, Jalan Cemara Nomor 19, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (18/4).

Salah satu bukti dari ketidaknetralan KPUD DKI Jakarta, kata Hasto, adalah distribusi C6 yang tidak merata. Sehingga merugikan para pendukung Ahok-Djarot.

"Pemilih Ahok-Djarotlah yang banyak dirugikan dari distribusi C6 yang berjalan dengan tidak baik. Maka tadi kami katakan itu menjadi bagian dari indikator bahwa ketua KPUD tidak netral," ungkapnya.

KPU DKI juga jadi bulan-bulanan kubu Anies. Anies curiga, KPU DKI berat sebelah kepada Ahok. Mantan Rektor Universitas Paramadina ini juga curiga pemerintah ikut andil dalam Pilgub DKI.

Menurut Anies, berbagai macam pelanggaran yang telah dilaporkan tim justru tak diindahkan oleh pihak penyelenggara pemilu. Anies pun mempertanyakan keberpihakan Pemerintah dalam penindakan berbagai pelanggaran yang dilaporkan pihaknya.

"Saya jadi mikir ini berpihak enggak sih? Kalau enggak berpihak proses. Tunjukan pada rakyat Indonesia bahwa penyelenggara pemilu, pemerintah, aparat keamanan netral seperti yang diucapkan," ungkap Anies.

(mdk/rnd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP