Ahmad Yahya: AHY Sadap Semua Handphone Ketua DPC Demokrat
Merdeka.com - Isu kudeta Partai Demokrat kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) terus bergulir. Mantan politisi senior Partai Demokrat, Ahmad Yahya menyebut, AHY kini sudah menyadap telepon genggam para Ketua DPC Demokrat agar tidak membangkang.
"Sekarang ini ketua DPC semua sudah di kunci oleh mas AHY, sudah enggak boleh ke mana-mana, sudah tetap di daerahnya, di monitor setiap saat, HP-nya sudah di sadap semua," tuturnya saat dihubungi, Kamis (4/3).
Mantan Ketua Komisi Pengawas Demokrat ini mengungkapkan, para Ketua DPC akan langsung ditegur jika bisik-bisik soal Kongres Luar Biasa (KLB). AHY, kata dia, sudah mengawasi dengan ketat.
"Katanya sudah disadap semua, begitu dia nelpon sedikit terkait dengan KLB langsung ditegur, langsung dipanggil," ujarnya.
Menurutnya, AHY sudah tidak kerja layaknya Ketum Demokrat. Dia bilang, energinya akan habis untuk mengurus para kader daerah agar tetap loyal.
"Tiap hari ngurusin membuat kebulatan tekad, membuat pernyataan satu satu suruh ngomong, begitu ada yang ini sedikit dipecat," ujar Yahya.
"Jadi istilahnya pecat, jaga ada yang lolos pecat, akhirnya nanti bisa terjadi Plt semua itu, jadi apa kerja ketua umum kalau hanya sekadar menjaga ketua DPC untuk tidak ber KLB," ucap dia.
Yahya menambahkan, menjadi pemimpin adalah soal membuat kebijakan. Bila kebijakannya disukai kadernya pasti AHY akan dicintai.
"Kalau kebijakannya baik, kalau terjadi gejolak seperti ini artinya kebijakannya tidak disukai," pungkasnya.
Ketua Bappilu Partai Demokrat Andi Arief menegaskan, KLB hanya bisa digelar apabila disetujui Susilo Bambang Yudhoyono selaku Ketua Majelis Tinggi Partai. Sejumlah eks kader Demokrat mengklaim siap menggelar KLB dengan modal dukungan 380 DPC.
“Demokrat belajar sejarah kepartaian Indonesia bagaimana partai bisa direbut paksa/dijual. Konsep majelis tinggi kunci agar cara brutal pengambilalihan bisa dicegah,” katanya lewat twitternya, Kamis (4/3/2021).
Andi Arief menegaskan pihaknya telah mengantisipasi gerakan kudeta terhadap kepengurusan yang sah sejak lama.
"Majelis tinggi jadi penjaga ideologi sekaligus kontinuitas partai. Niat Jhoni Allen dan lain-lain sudah kita antisipasi lama," sebut Andi Arief.
Andi Arief mengatakan apabila KLB tetap digelar maka kegiatan itu adalah ilegal. Dia menyebut negara harus menghormati AD/ART Partai Demokrat tersebut.
“Klaim Joni Alen dkk mendapat dukungan negara diuji dalam praktek. Menpolhukam, depkumham dan kepolisian apakah akan hormati AD ART Partai KLB harus dapat izin ketua majelis tinggi partai dalam hal ini Pak SBY. Kalau tidak ada izin majelis tinggi KLB adalah kerumunan ilegal,” tandasnya.
(mdk/ray)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya