Aher: Kepemimpinan tak boleh diamanatkan pada orang yang terlalu berambisi
Merdeka.com - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan akan mengakhiri jabatannya di bulan Juni nanti. Ia masih belum mau mengungkapkan masa depan karirnya di politik meski menjadi salah satu kandidat diusung PKS di Pilpres 2019.
Pria yang akrab disapa Aher ini mengaku tidak mau termasuk sebagai orang yang ambisius hingga nantinya dilabeli post power syndrome.
Ia menyerahkan semua keputusan penting seperti calon presiden, arah dukungan, koalisi, dan pencalonan diserahkan kepada Majelis Syuro PKS. Aher mengatakan, akan patuh keputusan dari hasil musyawarah partai.
"Kepemimpinan itu tidak boleh diamanatkan kepada orang yang terlalu berambisi, sekaligus kepada orang yang tidak mau memimpin," katanya saat ditemui di Lapangan Gasibu, Rabu (2/5).
Ahmad Heryawan mengaku sudah siap melepas jabatannya sebagai Gubernur Jawa Barat. Jika tidak berkarir lagi di dunia politik, sejumlah pilihan sudah dipetakan.
"Ke sekolah atau kampus siap, jadi petani bisa," imbuhnya.
Ahmad Heryawan mengaku sudah bertemu dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto beberapa bulan lalu. Sekali lagi, ia menegaskan bahwa pertemuan yang berlangsung di Jakarta bukan acara resmi.
"Bukan acara resmi, hanya sekilas," pungkasnya.
(mdk/rnd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya