Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Acuhnya Ridwan Kamil dikasih 'deadline' Golkar Jabar

Acuhnya Ridwan Kamil dikasih 'deadline' Golkar Jabar Golkar usung Ridwan Kamil jadi kandidat Gubernur Jabar. ©2017 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Ketua Badan Pengendali Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPD Golkar Jabar, M.Q Iswara mendatangi rumah dinas Wali Kota Bandung Ridwan Kamil di Pendopo Kota Bandung, Jalan Dalem Kaum, Jumat (24/11). Dalam pertemuan itu, Golkar Jabar memberikan deadline kepada Ridwan Kamil.

Pria yang akrab disapa Emil itu didesak untuk segera mengumumkan siapa calon wakil gubernurnya di Pilgub Jabar 2018. Hingga kini, masih terjadi perdebatan di antara koalisi pengusung Emil.

PPP ngotot mengajukan Bupati Tasikmalaya Uu Ruzhanul Ulum, sementara PKB ingin memajukan Syaiful Huda dan Maman Imanulhaq. NasDem, memilih menyerahkan sepenuhnya soal wakil kepada Emil. Golkar sendiri dalam SK-nya, mengutus kadernya Daniel Muttaqien jadi wakil.

Deadline yang diberikan kepada Emil hari ini Sabtu (26/11). Namun Golkar Jabar tak memberikan keterangan, apa yang akan terjadi jika Emil tak memenuhi ultimatum tersebut.

"Dalam pertemuan, saya menyampaikan aspirasi seluruh kader Golkar. Deadline yang diminta kader itu besok (25/11), Pak RK (Ridwan Kamil) harus sudah menentukan siapa wakilnya," ujar Iswara.

Aspirasi yang dimaksud adalah hasil rapat internal Golkar pada 14 November lalu yang dihadiri oleh seluruh kader yang meminta Ridwan Kamil untuk menentukan calon wakil dari Golkar.

Alasan Golkar memberikan deadline karena ingin segera bertarung, memanaskan mesin politik di Jabar.

"Kami harus bergerak dari sekarang. Tadi juga surat dari hasil rapat tersebut sudah diterima Pak RK," ucap Iswara.

Sayang, Emil yang mendapat ultimatum itu hanya menanggapi santai. Dia menegaskan, perkara wakil tengah digodok, belum bisa diputuskan. Lagipula, hal tersebut bukan ranah DPD, melainkan hak dari DPP.

"Saya proporsional saja, kalau urusannya masih terkait siapa wakil itu domain DPP. Saya belum baca surat itu, tapi kalau isi surat itu urusan tentang pencalonan, masalah wakil, evaluasi, korespondensinya di level DPP, tidak di level DPD. Makanya saya belum bisa komentar jauh," jelas Emil.

Emil memang sejak awal tak akur dengan pengurus DPD Golkar Jawa Barat. Sebab, Golkar Jabar memutuskan untuk mengusung Dedi Mulyadi di Pilgub Jabar. Sayang keputusan DPP berkata lain, Golkar lebih memilih Ridwan Kamil dan Daniel Muttaqien.

Persoalan bertambah pelik. Ketua DPD Golkar Jabar adalah Dedi Mulyadi sendiri. Kendati demikian, Emil menegaskan, persoalan tersebut dinamika biasa di politik. Dia yakin tak mengganggu pencalonannya.

Sementara itu, Dedi Mulyadi juga mengaku legawa dengan keputusan Golkar di bawah Setya Novanto tersebut. Meski belakangan, Dedi meminta adanya evaluasi pencalonan Pilkada pasca Novanto ditahan KPK dan muncul wacana Munaslub di Golkar.

(mdk/rnd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP