Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

87 Narapidana Rutan Medaeng tak ikut nyoblos

87 Narapidana Rutan Medaeng tak ikut nyoblos Ilustrasi Pemilu. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Meski pernah terjadi keributan antarnarapidana di Rutan Kelas I Surabaya di Sidoarjo, Jawa Timur atau Rutan Medaeng, pengamanan saat coblosan Pemilu Legislatif pada Rabu besok (9/4) tidak diperketat. 87 Narapidana di Rutan Medaeng tidak memiliki hak suara karena tak terdaftar.

Pihak kepolisian pun hanya berjaga-jaga di luar tahanan. Sedangkan untuk pengawasan proses pemungutan suara di 4 tempat pemungutan suara (TPS) yang didirikan di area tahanan, hanya petugas kelurahan dibantu sipir penjara.

"Tidak ada pengamanan khusus untuk penyelenggaraan Pemilu di Rutan Medaeng, yang berjaga di TPS-TPS di dalam Rutan hanya petugas dari kelurahan. Memang dari pihak Polsek Waru juga mengerahkan personilnya, tapi hanya akan berjaga-jaga di luar tahanan," terang Kepala Rutan Medaeng, Kadiyono, Selasa (8/4).

Namun, lanjut dia, jumlah personel yang dikirimkan oleh Polsek Waru, tidak terlalu signifikan. "Kita sudah mendapat konfirmasi dari Polsek Waru. Hanya saja kita belum dikabari berapa jumlah personel yang dikirimkan untuk berjaga-jaga di luar Rutan. Saya rasa tidak ada pengamanan yang berlebihan," katanya.

Kadiyono mengatakan, dari 1691 penghuni Rutan Medaeng, yang terdaftar sebagai pemilih tetap (DPT) hanya 1604 tahanan. Sisanya golput. "Jumlah pemilih hanya 1.604 orang, 87 sisanya tidak terdaftar dalam DPT," ungkap Kadiyono.

Selanjutnya, Rabu besok, 1.604 tahanan itu akan menggunakan hak suaranya di 4 TPS khusus, yang didirikan untuk warga binaan di Rutan Medaeng. 4 TPS itu terdiri dari TPS 18, 19, 20 dan TPS 21, yang semuanya didirikan di dalam lingkup Rutan Medaeng.

Kadiyono kembali mengungkap, salah satu pemilih yang akan menggunakan hak suaranya di dalam Rutan Medaeng adalah mantan Wakil Bupati Mojokerto, Suwandi, yang menjadi terpidana kasus korupsi Kasda Kabupaten Mojokerto senilai Rp 35 miliar.

"Sebelumnya, mantan Bupati Mojokerto, Achmady juga ditahan di sini. Tapi sekarang sudah dipindah ke Lapas Porong," sahut Humas Rutan Medaeng, Teguh Hartaya.

Selain itu, bekas Bupati Banyuwangi Ratna Ani Lestari, terpidana korupsi pengadaan lahan lapangan terbang Banyuwangi senilai Rp 19,7 miliar, yang sebelumnya ditahan di Rutan Medaeng, kini juga sudah dipindahkan ke Lapas Wanita di Malang.

(mdk/did)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP