5 Fakta Mengejutkan Jokowi Blusukan Malam hari di Tambak Lorok Semarang
Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) senang melakukan blusukan. Tujuannya untuk melihat langsung keadaan masyarakat. Ada banyak cerita selama Jokowi blusukan setelah mendengar curhatan masyarakat.
Seperti saat Jokowi melakukan blusukan untuk melihat kondisi nelayan di Tambak Lorok, Semarang, Minggu (3/2). Jokowi banyak mendengar keluhan dari para nelayan di sana. Tak hanya itu saja, ada cerita-cerita unik selama Jokowi blusukan.
Berikut beberapa fakta tentang blusukan Jokowi di Tambak Lorok, Semarang:
Jokowi Diam-Diam Datangi Nelayan Tengah Malam
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comJokowi bercerita pernah tengah malam berdua saja dengan sopirnya untuk melihat kondisi nelayan di Tambak Lorok, Semarang. Maksud Jokowi mendatangi kampung nelayan untuk memastikan bagaimana kondisi nelayan. Bukan hanya dari laporan yang masuk saja.
"Saya hampir setiap minggu, bulan ke kampung nelayan. Bahkan ke kampung nelayan jam 12 malam, tengah malam, saya berdua saja ke sana untuk memastikan bagaimana kondisi nelayan, banyak laporan ke saya tidak baik, yang baik, tapi saya ingin memastikan nelayan betul-betul saya tengah malam ke Tambak Lorok, kampung nelayan di utara kota Semarang, saya ingin betul masalah itu masuk ke telinga saya, kita bisa buat kebijakan yang pas, bank mikro nelayan," kata Jokowi.
Sempat Dikira Petugas Proyek
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comSalah satu warga menceritakan melihat Jokowi datang ke Tambak Lorok sekitar pukul 23.00 WIB. Ia sempat mengira kalau Jokowi adalah petugas proyek. Kedatangan Jokowi juga tanpa pengawalan ketat seperti biasanya. "Benar, dia datang pukul 23.00 WIB pas saya sedang nongkrong di warung. Saya saksinya. Ada mobil jalan, dan ada seorang datang. Saya kira orang proyek, ternyata Pak Jokowi," kata Haji Sueb Ketua RW XIII Tambak Lorok.
Diketahui Saat Debat Capres
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comTerungkapnya kabar blusukan ke Tambak Lorok, Semarang, saat Jokowi menjelaskan di debat capres kedua, 17 Februari 2019. Dalam debat capres, Prabowo menceritakan jeritan hati nelayan selama ini yang ditemui saat kampanye di beberapa daerah. Prabowo melihat, masih banyak nelayan yang kesulitan mencari ikan karena aturan pemerintah.Jokowi pun menjawab santai soal keluhan Prabowo tersebut. Dia menceritakan pernah diam-diam bertemu nelayan untuk mendengarkan keluh kesah. Tidak melulu hanya mendapatkan laporan dari anak buahnya."Itu tugas pemimpin agar yang tidak bagus jadi bagus. Saya hampir setiap minggu, bulan ke kampung nelayan. Bahkan ke kampung nelayan jam 12 malam, tengah malam, saya berdua saja ke sana untuk memastikan bagaimana kondisi nelayan. Saya ingin memastikan nelayan betul-betul, saya tengah malam ke Tambak Lorok, kampung nelayan di utara kota Semarang, saya ingin betul masalah itu masuk ke telinga saya, kita bisa buat kebijakan yang pas, bank mikro nelayan," tambah Jokowi.
Berdiskusi dengan Nelayan
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comSelama berada di Tambak Lorok, Jokowi melakukan perbincangan dengan para nelayan. Saat itu Haji Sueb mendampingi Jokowi berkeliling Tambak Lorok mengecek dermaga dan melihat pekerjaan fisik lainnya mulai dari jalan yang belum selesai hingga talud."Ya harapannya ke depan talud juga bisa dibangun selesai agar warga tidak terdampak ombak. Termasuk juga akses jalan masuk ke tambak Lorok yang kurang memadai bisa selesai untuk perbaikan," ungkapnya. Dia juga melontarkan keluhan soal pembebasan lahan. Dari sepanjang kunjungannya, berjanji akan selesai tahun ini."Intinya talud dan infrastruktur jalan akan diselesaikan. Ini masih proses perbaikan. Ya semoga jadi yang terbaik. Kalau proyek jadi, dia yakin bisa meningkatkan kesejahteraan nelayan," kata Haji Sueb yang juga seorang nelayan.
Tetap Dikawal Paspampres
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comKepala Staf Kepresidenan Moeldoko, memastikan Jokowi tetap mendapatkan pengawalan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) saat berada di Tambak Lorok, sesuai prosedur pengamanan terhadap kepala negara."Beliau ingin memahami sebetulnya apa yang terjadi, dari aspek yang lain kan pasti sudah diperhitungkan. Berdua ke sana dengan Danpaspampres, tapi kan satuan pengamannya ditanam sebelumnya oleh Danpasmpares," kata Moeldoko.Kendati begitu, pengamanan tersebut dilakukan secara diam-diam tanpa sepengetahuan Jokowi. Paspampres, kata dia, tidak ingin mengambil risiko jika Presiden jalan sendiri tanpa pengawalan."Intinya beliau ingin datang ke sana, tidak dalam konteks rombongan. Biasanya dalam konteks yang lebih protokoler," jelas mantan Panglima TNI itu.
(mdk/has)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya