Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

45 Menit di Kertanegara, Amir Syamsuddin bilang 'Ada harapan dalam diri Prabowo'

45 Menit di Kertanegara, Amir Syamsuddin bilang 'Ada harapan dalam diri Prabowo' Prabowo jenguk SBY. ©2018 Foto. Anung Anindito Demokrat

Merdeka.com - Sejak Orde Baru tumbang, Amir Syamsuddin tak pernah lagi berdiskusi langsung dengan Prabowo Subianto. Padahal, Amir sebagai praktisi hukum kala itu, pernah menjadi pendamping Prabowo di akhir tahun 1990.

Pada 16 Juli 2018, Amir yang kini menjadi Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat baru memiliki kesempatan lagi berjumpa dengan Prabowo yang sekarang Ketua umum Partai Gerindra.

Amir bersama Waketum Demokrat Syarief Hasan datang menyampaikan pesan dari Ketum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Isinya, SBY minta janji pertemuan pada 18 Juli kemarin ditunda. Sebab, kondisi kesehatan presiden RI dua periode tersebut sedang menurun.

"Dalam pertemuan itu, beliau secara singkat menyampaikan pemikiran, visi misinya yang tidak pernah saya bayangkan," kata Amir saat berbincang dengan merdeka.com, Kamis (19/7).

Pertemuan terjadi di kediaman Prabowo Subianto Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan. Prabowo saat ini didampingi oleh Sekjen Gerindra Ahmad Muzani. Dialog yang terjadi sekitar 45 menit.

Amir mengaku kagum melihat apa yang disampaikan oleh mantan Danjen Kopassus tersebut. Menurut dia, ada transformasi luar biasa di dalam diri seorang Prabowo Subianto. Berbeda seperti yang dia kenal 20 tahun lalu.

"Saya cukup lama tidak pernah berdialog one in one, sampai 3 hari lalu di Kertanegara, dan saya memang memastikan satu tranformasi dalam diri seorang Pak Prabowo. Saya baru menyadari bahwa seorang Prabowo itu terjadi transformasi besar, nuansa keterpanggilannya demi kebaikan bangsa dan negara itu saya baru lihat dengar dengan nyata dalam pertemuan saya tiga hari lalu," cerita Amir.

Sebelum pertemuan itu, Amir mengaku tak bersemangat diminta untuk membangun komunikasi dengan Prabowo. Tapi ketika melihat, bicara langsung tatap muka dengan Prabowo, rasa semangatnya menjadi berubah. Prabowo sangat berbeda dengan apa yang terjadi puluhan tahun lalu.

Dia pun lebih memilih melihat masa depan Indonesia. Tidak melulu bicara Indonesia di masa lampau.

"Saya melihat terjadi transformasi dalam diri Prabowo seperti itu, karena tiba-tiba saya melihat, saya berhadapan dengan Prabowo yang berbeda dengan yang saya kenal belasan tahun lalu. Kemudian hari itu juga membuat transformasi dalam diri saya, semua yang tadinya tidak begitu semangat, saya melihat ada harapan dalam diri orang ini," kata Amir.

"Kalau kita mengamati suasana kita saat ini, saya kira ada harapan yang dia bisa berikan, bukan hanya bisa janjikan, tapi mudah-mudahan dia bisa wujudkan," tambah Amir.

Amir mengakui butuh waktu lebih banyak lagi untuk berdiskusi dengan Prabowo. Tapi dalam waktu 45 menit, dia sudah melihat ada harapan untuk bangsa Indonesia di dalam diri Prabowo.

Tapi, Amir menekankan, pandangan itu merupakan pribadinya. Tidak relevan jika sikap Amir ini memastikan bahwa Demokrat akan membangun koalisi dengan Gerindra di Pilpres 2019.

"Pandang Amir tidak relevan untuk sikap Demokrat, itu pandangan satu dari pada anggota Majelis Tinggi, yang lain itu masih akan didengar, kader utama pasti akan didengar. Tapi saya melihat peluang ke arah itu (Demokrat gabung Gerindra) lebih mungkin saat ini daripada beberapa waktu lalu, ini dari sisi saya," tutup Amir.

(mdk/rnd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP