4 Tokoh agama dilirik jadi cawapres
Merdeka.com - Menjelang pemilihan presiden 2019 sejumlah nama telah ramai disebut untuk menjadi cawapres. Menariknya kandidat cawapres yang digadang-gadang itu berasal dari berbagai kalangan.
Bahkan dari tokoh agama pun masuk dalam bursa cawapres. Mereka dilirik sebagai orang yang pantas menjadi pendamping capres pada pesta demokrasi mendatang. Berikut tokoh-tokoh agama yang dilirik jadi cawapres.
Maruf Amin
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comMa'ruf Amin merupakan salah satu tokoh agama yang dilirik menjadi cawapres. Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini masuk dalam kandidat cawapres Jokowi. Ma'ruf dinilai bisa menjadi salah satu alternatif untuk menjembatani seluruh pihak, semisal Alumni 212. Selain itu, Ma'ruf juga dinilai menguasai ilmu ekonomi.
Selain ketua MUI, Ma'ruf juga menjabat Rais 'Aam PBNU. Pria 75 tahun ini sempat menjadi Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Bidang Hubungan Antar Agama. Ma'ruf sendiri mengaku jika negara memanggil untuk bertarung di Pilpres mendatang. "Kalau kita bangsa, negara, kita para ulama diminta negara harus siap. Itu pasti kita siap," ujarnya di Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur, Kamis (26/7).
Din Syamsudin
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comSelain Ma'ruf Amin, tokoh agama yang juga diincar menjadi cawapres ialah Din Syamsudin. Din sempat dikabarkan masuk dalam bursa cawapres Jokowi. Din merupakan Ketua Dewan Pertimbangan MUI. Din juga mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
Dia mengaku tersanjung disebut-sebut masuk kandidat cawapres Jokowi. "Manusiawi kalau saya tersanjung karena mendapat kehormatan seperti itu," katanya beberapa waktu lalu.
TGB Zainul Majdi
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comGubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), TGB Zainul Majdi dilirik menjadi cawapres pada Pilpres 2019. Beredar kabar TGB diincar untuk menjadi pendamping Jokowi. TGB lahir dari keluarga tokoh Islam di Nusa Tenggara Barat.
Dia merupakan cucu dari pendiri organisasi Islam terbesar di NTB, Nahdlatul Wathan (NW) dan pendiri Pesantren Darun-Nahdlatain, yaitu TGH. M. Zainuddin Abdul Madjid (Tuan Guru Pancor). TGB lulusan Ilmu-Ilmu Al-Qurâan, Fakultas Ushuluddin, Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir.
Hidayat Nur Wahid
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comPartai Keadilan Sejahtera (PKS) sempat mengumumkan sembilan nama capres-cawapres untuk maju pada Pilpres 2019. Dari sembilan nama itu salah satunya adalah Wakil Ketua Majelis Syuro PKS, Hidayat Nur Wahid.
Hidayat cukup memahami bidang agama. Dia sempat belajar di Pondok Modern Darussalam Gontor dan kuliah di UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta. Selanjutnya Hidayat menempuh studi magister dan doktor di Universitas Islam Madinah.
(mdk/has)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya