Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

4 Penyebab nama Gatot Nurmantyo meroket sebagai cawapres

4 Penyebab nama Gatot Nurmantyo meroket sebagai cawapres Panglima TNI Gatot di Cijantung. ©2017 Merdeka.com/Ahda Bayhaqi

Merdeka.com - Hasil beberapa lembaga survei, nama mantan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo meroket sebagai calon wakil presiden. Tak kalah dengan nama populer lain seperti Anies Baswedan, Mahfud MD, dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Untuk tingkat elektabilitas Gatot sebagai cawapres masing-masing survei memang berbeda-beda hasilnya. Angkanya di kisaran 3-7 persen. Seperti hasil survei Politic Communication (PolcoMM) Institute baru-baru ini merekam elektabilitas Gatot 3,50 persen.

Apa yang membuat nama Gatot meroket. Padahal namanya baru disebut-sebut dalam beberapa bulan terakhir. Berikut rangkuman merdeka.com hasil data dari beberapa lembaga survei:

Dianggap dekat dengan umat Islam

dengan umat islam rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Sosok Gatot adalah seorang yang dekat dengan kelompok Islam dan juga nasionalis. Sehingga, banyak yang mengatakan jika Gatot serasi jika disandingkan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Dalam beberapa kesempatan Gatot berharap masyarakat atau umat muslim bisa mewujudkan Islam yang damai, sejuk dan toleran.

Pemimpin yang tegas

tegas rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Lembaga Media Survei Nasional (Median) pernah merilis kandidat wakil presiden. Nah, salah satunya Gatot dipilih karena tegas oleh 21,4 persen pemilih. Sebagai contoh saat menjadi Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo bahkan meminta anak buahnya tidak ragu mengambil tindakan dalam mengamankan Pilgub DKI Jakarta yang waktu itu memiliki tensi politik yang panas. Bahkan dia siap menerima konsekuensi terberat dari tindakan yang diambil anak buahnya.

Pemimpin merakyat

rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Walau dikenal pemimpin yang tegas, tapi hati dari Gatot dipersepsikan sangatlah lembut. Saat menjadi Panglima, Gatot pernah membuat pernyataan: "Jadilah seorang pemimpin, bukan seorang bos".Dia juga pernah mengajak para prajurit untuk menonton bersama film bersama yang berjudul Merah Putih Memanggil. Terlihat tidak ada pembatas antara pemimpin dan anak buah.

Pemimpin bijaksana dan mampu jaga NKRI

dan mampu jaga nkri rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Alasan orang suka dengan Jenderal Gatot karena dinilai sebagai orang yang bijaksana. Hal itu terpotret dalam survei Lembaga Media Survei Nasional (Median). Selain itu juga dinilai mampu menjaga NKRI karena latarbelakangnya sebagai seorang militer. Itulah persepsi masyarakat tentang Gatot hingga membuat namanya cukup diperhitungkan sebagai cawapres.

(mdk/has)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP