Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

4 Pantun Tifatul soal nasib koalisi PKS dengan SBY

4 Pantun Tifatul soal nasib koalisi PKS dengan SBY kampanye PKS tifatul sembiring. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Nasib Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sebagai anggota Setgab Koalisi dan kadernya yang duduk sebagai menteri di kabinet Presiden SBY saat ini seperti tengah berada di ujung tanduk. Sebab, PKS secara lugas berseberangan dengan pemerintah dan anggota Setgab Koalisi lainnya dengan menolak rencana kenaikan harga BBM.

Sikap itu diwujudkan PKS dengan menolak APBN-P 2013 dalam sidang paripurna DPR, Senin (17/6) malam. Desakan dari partai anggota koalisi untuk mendepak PKS dari koalisi dan kadernya dari kursi menteri pun semakin kuat. Mereka menilai PKS tak konsisten dan membangkang sebagai anggota koalisi.

PKS sendiri memiliki tiga pos menteri di Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II yang dipimpin Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Tiga pos menteri itu antara lain; Menkominfo yang dijabat Tifatul Sembiring , Menteri Pertanian yang dijabat Suswono dan Menteri Sosial yang dijabat Salim Segaf Al-Jufri.

Tifatul Sembiring sendiri selalu tenang dalam menjawab pertanyaan seputar nasibnya sebagai menteri. Dia mengaku pasrah atas posisi menteri yang dijabatnya karena posisi menteri hanya sebuah amanah. Sebagai pembantu presiden, dia mengaku selalu sejalan dan sepandangan dengan SBY termasuk soal rencana kenaikan BBM dia menyetujuinya.

Tak hanya itu, Tifatul juga kerap mengeluarkan pantun untuk menjawab pertanyaan wartawan seputar nasib PKS di koalisi dan dirinya sebagai menteri. Berikut empat pantun Tifatul soal nasib koalisi PKS dengan SBY.

Pantun ombak

rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Sikap PKS menolak kenaikan BBM membawa dampak di sekretariat gabungan (Setgab) partai koalisi. Banyak partai politik anggota koalisi, berpandangan supaya PKS lebih baik dikeluarkan termasuk tiga menterinya.Menanggapi desakan itu, anggota Majelis Syuro PKS yang juga menjabat Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring menjawabnya lewat pantun."Siapa takut dilamut ombak, jangan berumah di tepi pantai. Siapa takut jantungnya bergolak, jangan masuk ke dalam partai," kata Tifatul di Komplek Parlemen, Senayan Jakarta, Selasa (18/6).Sebagai pembantu presiden di pemerintahan, Tifatul menjelaskan saat ini mekanisme kenaikan BBM sedang diatur keuangannya. Saat ini, juga belum ada keputusan soal siapa yang akan mengumumkan nanti."Nah sedang dibuat legalitas dan keuangan. Harus selesai, pekan ini dikurangi subsidinya," ujarnya.

Pantun rumput di sekitar Dahlia

di sekitar dahlia rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Sebagai partai koalisi, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dinilai paling nakal pada pemerintah. Beberapa kali rencana pemerintah seperti kenaikan bahan bakar minyak (BBM) dengan tegas tak mereka dukung.Kenakalan PKS ini kemudian melahirkan isu bahwa Ketua Sekretariat Gabungan (Setgab), Presiden SBY, akan mendepak partai dakwah itu dari koalisi pemerintah. Saat dimintai tanggapannya soal itu, mantan Presiden PKS Tifatul Sembiring, malah menjawab dengan pantun khasnya."Banyak rumput di sekitar Dahlia, nggak usah ribut ini cuma soal dunia," ucap Tifatul sambil tertawa. Hal itu disampaikan Tifatul di sela-sela acara Forum Pemred se-Indonesia 2013 di Bali, Jumat (14/6).Tifatul menambahkan, posisinya saat ini menjadi anak buah SBY. Maka dari itu, dia memilih tak bersikap beda dengan pemerintah dalam hal apa pun."Saya sebagai Menkominfo nggak pernah beda sikap dengan presiden. Di seluruh dunia gitu. Selama saya jadi menteri saya sesuai presiden," tegas Tifatul.

Pantun sawi di ladang

di ladang rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Kabar dikeluarkannya Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dari Setgab Koalisi belakangan santer diberitakan. Jika benar, PKS terancam kehilangan sejumlah pos menteri di Kabinet Presiden SBY.Kabar tersebut ternyata terbawa ke acara Pertemuan Puncak Forum Pemred di Nusa Dua Bali. Salah satu pembicara yang hadir, kader PKS yang saat ini menjabat sebagai Menkominfo, Tifatul Sembiring bahkan sempat berpantun soal posisi yang dijabatnya."Kalau ada sawi di ladang boleh kita menanam lagi, kalau ada koalisi diperpanjang, boleh kita bersidang lagi," kata Tifatul disambut tawa para peserta, Jumat (14/6).

Pantun buah cempedak

cempedak rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Kenaikan harga BBM tinggal menunggu waktu. Sebab, DPR telah menyetujui APBN-P 2013 dalam sidang paripurna DPR, Senin (17/6) malam.Yang menarik, PKS menolak rencana pemerintah tersebut. Padahal, PKS merupakan anggota Setgab Koalisi pendukung pemerintah.Kader PKS yang menjadi Menkominfo, Tifatul Sembiring menanggapi hal itu dengan pantun. Pantun itu disampaikannya melalui akun twitter @tifsembiring miliknya."Kalau suka buah cempedak/ Awas pakaian getahnya lengket/ Kalau suka bermain minyak/ Awas licin kakinya kepleset…:D *BBM*," tulis Tifatul.

(mdk/dan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP