4 Nama besar ini terancam gagal ke senayan
Merdeka.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) hingga saat ini masih melakukan proses penghitungan (real count) hasil pemilu legislatif 9 April lalu. Namun demikian, hasil quick count telah menunjukkan banyak nama beken yang diprediksi bakal gagal lolos ke Senayan menjadi anggota Dewan.
Beberapa nama yang diprediksi gagal lolos tersebut salah satunya adalah Ketua DPR dan juga politikus Partai Demokrat Marzuki Alie. Selain Marzuki, masih ada beberapa politikus dari Partai Demokrat yang tidak lolos, padahal selama ini mereka cukup populer dan menghiasi media.
Selain Demokrat, ada juga politikus dari partai lain yang selama ini telah berkiprah di DPR namun diprediksi tak lolos.
Siapa-siapa mereka? Berikut hasil penelusuran merdeka.com, Jumat (18/4):
Sutan Bhatoegana
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comPartai Demokrat kemungkinan hanya mendapatkan 1 kursi di Senayan dari daerah pemilihan (Dapil) Sumut 1. Tiga sosok yang selama ini dikenal vokal dan populer di Senayan dan sejumlah kader partai berlambang bintang mercy itu bakal berebut suara di dapil yang sama.Ketiga caleg vokal dan populer itu adalah; Ruhut Sitompul, Sutan Bhatoegana dan Ramadhan Pohan. Jika hanya mendapat satu kursi, 2 di antaranya dipastikan tidak akan kembali ke Senayan."Itu wajarlah. Orang yang lolos cuma satu. Caleg ada 100 yang diperebutkan 10, wajar sebagian tidak masuk," kata Sutan saat ditemui di posko pemenangannya di Jalan Kenanga Raya Nomor 89 Medan, Kamis (17/4) sore.Sutan sebelumnya memang sudah memperkirakan partainya akan mendapatkan setidaknya 1 kursi dari Dapil Sumut 1. "Kota Medan itu kan 110 ribu suara untuk satu kursi. Kita bisa sekitar 150 ribu, kalau 200 ribu kan 2 orang, tapi saya percaya tembus di atas 100 ribu," katanya.Sutan mengaku optimistis meraih satu kursi itu. Alasannya, dia selama ini langsung turun ke daerah. Namun demikian dia merasa kecurangan yang terjadi telah menggerus suaranya."Setelah saya lihat begini, suara saya tadinya di atas, turun terus. Setelah ada temuan kawan-kawan, berarti ada yang curang. Dia tidak pernah turun, tapi suaranya melonjak. Ini kita bawa ke DPP supaya ditindak," kata Sutan.Dia tidak mempermasalahkan siapa caleg Demokrat yang mendapat 1 kursi DPR RI dari Dapil Sumut 1. Namun, dia berharap kursi itu diperoleh dengan cara benar. "Siapa pun orangnya, sepanjang itu fair play, tidak masalah," ucapnya.
Politikus cantik Nova Riyanti Yusuf (Noriyu)
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comPolitikus Partai Demokrat Nova Riyanti Yusuf (Noriyu) terancam gagal melenggang kembali jadi anggota DPR. Caleg dari dapil Jawa Timur VI ini pesimis dengan perolehan suaranya di Pemilu 2014.Kendati pesimis, Noriyu meyakini masih banyak pekerjaan yang lebih baik untuk berbakti kepada negara selain menjadi anggota DPR. Salah satunya menjadi dosen untuk menyalurkan ilmu ke generasi penerus bangsa."Barusan Wadek Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti langsung BBM minta saya jadi dosen full time Ilmu Kedokteran Jiwa. Saya masih terdaftar praktik sebagai dokter jiwa di RS Siloam Semanggi. Undangan 'ngamen' udah full sampai Juli ke Melbourne untuk world aids conference," ujar Noriyu dalam pesan singkat, Kamis (17/4).Namun ia tak melupakan pekerjaan yang tersisa di DPR sebagai Wakil Ketua Komisi IX DPR. Dia tetap akan melanjutkan kerja-kerja sebagai legislator di masa bakti yang tersisa hingga 1 Oktober mendatang."Yang pasti saat nanti masa sidang mulai, saya ingin upaya maksimal dalam sisa tugas saya, dan selaku Ketua Panja RUU Keperawatan dan RUU Kesehatan Jiwa, saya selesaikan keduanya. Sudah terlalu jauh untuk tidak dilahirkan, rakyat menunggu," tegas dia.Noriyu pun merasa bersyukur dengan apa yang sudah dicapainya sebagai wakil rakyat selama ini. Terlebih, dia masih terbilang muda di kancah perpolitikan Indonesia."Tantangan yang sangat saya nikmati amanah yang saya pikul dengan sepenuh hati. Kalau saya tidak menang lagi, mungkin saya sudah diberikan kesempatan terlalu banyak oleh Tuhan," pungkasnya.
Politikus PDIP Eva Kusuma Sundari
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comPolitikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Eva Kusuma Sundari juga pesimistis bisa lolos ke Senayan. Hasil hitung cepat, suara anggota Komisi III DPR tersebut diakuinya melorot drastis.Eva yang bertarung di Dapil Jawa Timur VI yang? meliputi Kabupaten Blitar, Kediri, Tulungangung, Kota Blitar, Kota Kediri ini mengaku serbuan amplop dari kompetitorlah yang membuat suaranya berkurang drastis.Padahal, untuk persiapan pileg ini, Eva mengaku telah menggelontorkan dana sebanyak Rp 1,5 miliar-Rp 2 miliar dari kocek pribadi. Eva pun mengaku telah mengunjungi 80 desa di dapilnya.Tapi dia menyayangkan desa-desa yang dia kunjungi malah tidak memilihnya.
Ketua DPR Marzuki Alie
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comPerolehan suara Partai Demokrat terjun bebas dari 20% menjadi sekitar 9%. Sejumlah petinggi Partai Demokrat pun ketar-ketir karena terancam tak lolos lagi ke Senayan.Di dapil DKI Jakarta III ada nama beken Marzuki Alie yang menjabat sebagai Wakil Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat tak lolos. Dia pesimis lolos dan beralasan karena tak pernah kampanye di dapil yang meliputi Jakarta barat, Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu."Saya memang tidak kampanye dapil karena sudah tahu tidak mungkin anggota DPR lagi," kata Marzuki Alie beberapa waktu lalu.Namun Marzuki enggan menjelaskan soal dirinya yang terancam gagal ke Senayan. Dia pilih mengikuti perhitungan hasil akhir yang ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum.
(mdk/tyo)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya