Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

4 Kritikan buat Jokowi saat temui dubes asing

4 Kritikan buat Jokowi saat temui dubes asing Jokowi. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Calon Presiden PDI Perjuangan Joko Widodo alias Jokowi bertemu dengan sejumlah duta besar termasuk Dubes Amerika Serikat (AS), Robert O' Blacke. Pertemuan tersebut dilakukan di rumah salah seorang pengusaha yakni Jacob Soetoyo yang berada di Jalan Sircon No 73, Permata Hijau Jakarta Selatan. Jokowi juga didampingi oleh Megawati Soekarnoputri.

Pertemuan yang berlangsung tertutup itu tak ayal menimbulkan sebuah tanda tanya besar bagi sebagian kalangan. Jokowi disebut meminta dukungan terhadap sejumlah negara asing guna memuluskan jalannya menuju kursi orang nomor satu di Republik ini.

Tak sedikit kalangan yang turut melempar kritikan terhadap pertemuan Jokowi itu. Berikut beberapa kritikan yang diarahkan Jokowi terkait pertemuan dengan para Dubes negara lain:

Pertemuan tersebut tidak etis

tidak etis rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Pengamat media UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Iswandi Syahputra menilai pertemuan Jokowi dengan sejumlah Duta Besar dinilai tidak etis, sebab membuka penafsiran adanya intervensi asing dalam proses pemilihan presiden dan wakil presiden.Iswandi yakin betul bahwa pertemuan tersebut ada kaitannya dengan pencapresan yang tengah dilakoni Jokowi. "Pertemuan tersebut tidak etis, bahkan dapat melukai rasa independensi Indonesia sebagai negara yang merdeka dan berdaulat secara politik," kata Iswandi.

Harusnya Jokowi bertemu Dubes Asing setelah terpilih jadi Presiden

bertemu dubes asing setelah terpilih jadi presiden rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Pertemuan Jokowi dengan sejumlah Duta Besar Negara lain dinilai Pengamat media UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Iswandi Syahputra merupakan tindakan yang gegabah. Sebab, pertemuan itu hanya dilakukan dengan duta besar negara yang notabene hanya memiliki kepentingan bisnis besar di Indonesia.Meski tidak ada larangan secara eksplisit, Iswandi menyayangkan pertemuan tersebut dilakukan di saat Jokowi tengah mengikuti bursa pencapresan di Tanah Air.Menurut dia, pertemuan itu lebih baik dilakukan saat Jokowi telah terpilih sebagai presiden."Memang tidak ada yang melarang Jokowi bertemu siapa saja. Namun pertemuan tersebut menjadi peristiwa politik karena dilakukan Jokowi sebelum pemilihan presiden dan hanya negara yang memiliki kepentingan ekonomi besar terhadap Indonesia yang ditemuinya," papar Iswandi.

Pertemuan itu tersirat makna AS akan dikte Pemerintahan Jokowi

tersirat makna as akan dikte pemerintahan jokowi rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Pengamat Politik Universitas Jayabaya Igor Dirgantara menilai, pertemuan tersebut tidak bisa lepas dari kepentingan Amerika di Pilpres 2014. Dirinya melihat, pertemuan itu juga memungkinkan AS bisa mendikte pemerintahan Jokowi nanti."Biasanya AS akan menanamkan dukungan dan pengaruh baik terhadap figur atau arah kebijakannya. Ini bentuk pendiktean AS terhadap Indonesia akan posisi strategisnya terhadap dinamika masa depan kawasan Asia Tenggara," kata Igor dalam keterangan pers.Igor menjelaskan, wujud nyata kepentingan AS dalam menguasai perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Indonesia sebetulnya telah terungkap dari kasus terbongkarnya penyadapan AS dan kebocoran kawat diplomatik AS oleh Edward Snowden. Karena itu, bukan AS namanya jika tidak punya agenda politik ekonomi.

Pertemuan itu jadi ajang transaksi politik dan bisnis

jadi ajang transaksi politik dan bisnis rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Pengamat media UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Iswandi Syahputra mengatakan pertemuan antara Megawati dan Jokowi dengan sejumlah duta besar negara asing dapat memunculkan spekulasi negatif untuk Jokowi. "Pertemuan tersebut menjadi semacam ajang transaksi politik dan bisnis. Ini sungguh mengherankan sekali. Apalagi dikabarkan pertemuan tersebut diinisiasi oleh mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad," ucap Iswandi.Ditambah, lanjut Iswandi, dalam beberapa hal Indonesia dengan Malaysia sebagai negara tetangga tidak memiliki hubungan yang harmonis. "Malaysia sebagai tetangga dalam beberapa hal memiliki hubungan tidak baik dengan Indonesia. Ada apa ini? PDIP sebagai partai yang mengusung ideologi nasionalisme justru seperti membuka diri untuk diintervensi asing," tuturnya.

(mdk/gib)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP