4 Isyarat Wali Kota Risma tak jadi mundur
Merdeka.com - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini diisukan bakal mundur dari jabatannya lantaran tidak setuju dengan pengangkatan Wakil Wali Kota Wisnu Sakti Buana yang dinilainya tak sesuai prosedur. Isu ini mencuat setelah jadi berita utama media nasional, ditambah lagi ada gerakan #SaveRisma di media sosial.
Dalam kasus ini, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ( PDIP ) diposisikan sebagai pihak yang kontra dengan wali kota perempuan pertama di Surabaya itu. Namun, Sekjen DPP PDIP Tjahjo Kumolo mengatakan, hal itu adalah bentuk adu domba dan bagian dari skenario hitam pihak-pihak tertentu jelang Pemilu 9 April.
Belakangan, isu pengunduran diri Risma seperti meredup. Berikut empat isyarat Risma tak jadi mundur:
Muncul lagi ke hadapan publik
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comSekitar sepekan setelah tak muncul ke hadapan publik dan diisukan mundur, Tri Rismaharini akhirnya kembali menjalani aktivitasnya sehari-hari sebagai Wali Kota Surabaya. Pada 30 Januari lalu, Risma bahkan langsung bekerja terjun ke lapangan."Bu Wali tadi sudah masuk kerja, sekarang lagi di lapangan," kata Sekretaris Kota Surabaya Hendro Gunawan kepada melalui pesan singkat melalui ponselnya, Kamis (30/1).Menurut dia, Tri Rismaharini selama ini sedang istirahat karena sakit radang tenggorokan. "Kalau sakit ya cukup di rumah, kecuali rekomendasi harus segera dirawat," ujarnya.
Menyuruh spanduk 'Save Risma' dicabut
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comBerbagai kalangan terus mendukung Tri Rismaharini agar tidak mundur sebagai Wali Kota Surabaya. Salah satu bentuk dukungan dengan memasang baliho atau spanduk bertuliskan 'Save Risma'.Risma menegaskan tidak pernah mengomando gerakan dukungan terhadap dirinya. Justru, orang nomor satu di pemkot Surabaya tersebut memberi instruksi untuk mencopot spanduk atau baliho yang bertuliskan "Save Risma".Kepala Bakesbangpol dan Linmas Surabaya, Soemarno mengatakan, Senin (17/2) pihaknya menertibkan 15 baliho dengan tulisan "Save Risma". Baliho tersebut didapati di sejumlah titik, seperti Jl. A. Yani, Basuki Rahmat, Darmo, dan beberapa ruas jalan lainnya."Kebanyakan itu spanduk/baliho milik seseorang yang dipilox dengan tulisan 'Save Risma'," katanya dilansir dari Antara.
Masih ingin urus rakyat Surabaya
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comMeski mengakui pernah berniat mundur, Wali Kota Tri Rismaharini langsung menyadari betapa rakyat Surabaya masih membutuhkan dirinya. Hal ini diungkapkan Risma usai menerima tamu di kantornya, Senin (17/2). Saat itu, Risma bercerita tentang sejumlah permasalahan Kota Surabaya seperti PSK di lokalisasi dan kenakalan remaja. Saat menceritakan hal itu, Risma meneteskan air mata. "Kalau bukan kita-kita, siapa lagi yang mengurus mereka," ungkap Risma.
Tidak mau ngomong lagi soal isu mundur
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comWali Kota Surabaya, Jawa Timur, Tri Rismaharini kini memutuskan untuk tidak mau lagi berkomentar tentang isu pengunduran dirinya. Dia mengakui tidak mengerti soal politik praktis."Sudahlah, saya tidak mau ngomong soal itu (isu mundur dari jabatan). Saya ini enggak ngerti soal politik. Tugas saya hanya mengurusi rakyat. Sekali lagi saya enggak ada tekanan dan enggak ngerti soal politik," cetus Risma, Selasa (18/2)Meski dicecar pertanyaan-pertanyaan terkait isu mundurnya dia sebagai wali kota, Risma tetap bergeming. Dia tetap menolak berkomentar. "Sudahlah, saya enggak mau ngomong, saya dilarang ngomong," elak dia.
(mdk/ren)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya